MAGELANG, JADIKABAR.COM – Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menyoroti ketidakhadiran Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto, yang dilaporkan hilang selama hampir dua bulan. Menghilangnya orang nomor satu di Desa Sambeng itu memunculkan dugaan keterkaitan dengan polemik penambangan tanah uruk yang belakangan memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Menurut Sakir, DPRD sejatinya telah mengundang Rowiyanto untuk menghadiri audiensi bersama warga Desa Sambeng yang menolak aktivitas tambang. Namun, undangan tersebut tidak direspons.
“Sebetulnya hari ini kepala desa kami undang dalam audiensi. Tetapi karena tidak ada informasi mengenai keberadaannya, kami belum bisa mengonfirmasi,” ujar Sakir, Kamis (12/2/2026).
Ia menduga, absennya Rowiyanto tidak terlepas dari situasi yang berkembang di desa tersebut.
“Menurut dugaan saya, perginya karena ada permasalahan ini, yakni persoalan tambang,” katanya.
Lebih lanjut, Sakir meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pemerintahan Desa Sambeng. Ia menilai, kekosongan kepemimpinan berpotensi memengaruhi jalannya administrasi desa.
“Hal ini tentu berdampak pada roda pemerintahan desa, terutama dalam pengelolaan keuangan, pertanggungjawaban, hingga pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
“Kami berharap pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. Dispermades tentunya memiliki aturan dan mekanisme untuk memberikan arahan,” imbuh Sakir.
Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo, menekankan pentingnya menjaga stabilitas pelayanan pemerintahan desa di tengah ketidakjelasan keberadaan kepala desa.
“Informasi yang kami terima, kepala desa sudah hampir dua bulan tidak hadir di kantor dan belum diketahui keberadaannya,” kata Budi.
“Kami mohon agar roda pemerintahan Desa Sambeng tetap berjalan optimal, khususnya pelayanan administrasi kepada masyarakat. Dispermades diharapkan dapat mengambil langkah yang diperlukan,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispermades Kabupaten Magelang, Gunawan Yudi Nugroho, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan guna memastikan pelayanan publik tidak terganggu.
“Setiap saat kami berkoordinasi dengan camat dan Forkopimcam. Kami juga terus mendampingi pemerintah desa dalam mengupayakan pelayanan kepada masyarakat agar tidak terhambat,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan, Dispermades telah mengambil langkah-langkah administratif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Sampai saat ini, kami mengambil langkah-langkah terkait pengelolaan perencanaan dan penganggaran melalui mekanisme diskresi, namun tetap dalam bingkai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, Rowiyanto dilaporkan menghilang sejak Jumat (5/12) siang. Pada malam harinya, Kamis (4/12), ia diketahui masih menghadiri pertemuan warga yang menyuarakan penolakan terhadap penambangan tanah uruk. Sejak saat itu, keberadaannya belum diketahui.
Abrian Tamtama












