​Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Mendongkrak Pariwisata dan Perekonomian Kreatif Provinsi Banten

Avatar photo
Keterangan Foto: Salah Satu Kebudayaan Provinsi Banten Suku Baduy Merajut Kain Dengan Tangan Secara Tradisional

BANTEN, JADIKABAR.COM – Perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengonfirmasi kehadiran sekitar 3.700 wartawan dari seluruh Indonesia memberikan dampak instan pada perputaran uang di Tanah Jawara tersebut.

Kehadiran ribuan tamu negara ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memamerkan kekayaan budaya sekaligus produk kreatif lokal di lapangan Taman Pancaniti, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.

Eli menyebut ​sebanyak 43 UMKM sektor fesyen, kriya, hingga kuliner dilibatkan secara aktif guna menangkap peluang belanja para delegasi. Eli menargetkan peningkatan signifikan pada spend of money atau pengeluaran wisatawan yang selama ini belum memenuhi target maksimal.

Melalui pameran ini, produk unggulan seperti kain tenun dan makanan khas diharapkan menjadi oleh-oleh utama yang dibawa pulang ke daerah asal.

​”Kami mengundang teman-teman dari kabupaten/kota untuk memperkenalkan budaya seni mereka kepada seluruh peserta HPN yang tercatat hadir sekitar 3.700 wartawan,” ujar Eli Minggu, (8 Februari 2026).

​Pemerintah Provinsi Banten sengaja mengusung konsep integrasi antara pentas hiburan dan bazar UMKM guna menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Beragam atraksi budaya seperti Debus, Rampak Beduk, hingga tari-tarian tradisional dipentaskan untuk menarik minat pengunjung sekaligus memperkuat identitas daerah.

Strategi ini diharapkan Eli mampu melevel-up destinasi wisata Banten di mata nasional maupun internasional.

Dia pun menceritakan antusiasme peserta HPN tinggi, ia mengamati banyak peserta yang membeli makanan seperti Rabeg, yang sempat membuat beberapa gerai kewalahan memenuhi permintaan. Ia menilai pengalaman ini menjadi bahan perbaikan bagi Dinas Pariwisata dalam mengelola manajemen ketersediaan di destinasi event seperti ini.

“Target kami spend of money untuk sektor pariwisata ini juga belum memenuhi target, mudah-mudahan hadirnya UMKM di tengah event ini bisa membantu tercapainya target tersebut,” ujarnya.

Eli berharap ​sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha bisa terus berlanjut hingga pasca-HPN 2026 demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Fokus Disparbud tetap pada penggalian potensi wisata baru yang belum terjamah oleh publik luas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi