MALANG, JadiKabar.com– Sebagai langkah awal dalam mengemban amanah baru, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Agenda silaturahmi diawali dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Mustofa, Kecamatan Gondanglegi, Senin (20/1/2026). Kapolres Malang disambut langsung oleh pengasuh pondok, KH Romo Suroso, dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Muhammad Taat Resdi menekankan bahwa peran ulama memiliki posisi strategis dalam membangun ketenangan dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan keagamaan dan moral menjadi elemen penting dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.
“Kami menyadari bahwa menjaga keamanan tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat kepolisian. Peran ulama dan tokoh agama sangat besar dalam membimbing umat serta menciptakan suasana yang sejuk di masyarakat,” ujar AKBP Taat, Rabu (21/1/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan ulama diharapkan mampu menjadi benteng dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk konflik sosial, radikalisme, hingga penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, KH Romo Suroso mengapresiasi langkah Kapolres Malang yang menjalin komunikasi langsung dengan kalangan pesantren. Ia menegaskan bahwa para ulama siap berkontribusi dan mendukung upaya kepolisian demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Malang.
“Kami pada prinsipnya siap bekerja sama dan mendukung Polri dalam menjaga kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Usai dari Gondanglegi, Kapolres Malang melanjutkan rangkaian silaturahmi ke Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang untuk bertemu dengan DR KH Ahmad Fahrur Rozi, kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren An-Nur 2 Bululawang dengan menemui KH Fathul Bahri.
Melalui kegiatan ini, Polres Malang berharap hubungan komunikasi dan kolaborasi dengan para ulama dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
“Kami ingin Polri selalu hadir sebagai mitra masyarakat dan ulama, serta membuka ruang kolaborasi demi mewujudkan Kabupaten Malang yang harmonis dan aman,” tutup AKBP Taat.












