Sumenep, Jadikabar.com – Setelah lebih dari sepuluh tahun tak kunjung diperbaiki, warga Dusun Dandan Atas, Desa Pragaan Daya, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berinisiatif melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dengan cara patungan. Beberapa warga datang langsung untuk menyerahkan uang tunai dan adapula yang diberikan melalui layanan mobile banking.
Jalan tersebut merupakan akses utama warga dan mahasiswa untuk bekerja, bersekolah, serta mengakses layanan sosial. Selain itu, ruas jalan ini juga menghubungkan beberapa desa di Sumenep seperti Desa Guluk-guluk, Desa Prenduan dan Desa Pragaan Daya sehingga memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat.
Seorang warga setempat yang berprofesi sebagai pekerja yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan kerap menimbulkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
“Kerusakan jalan sudah lebih dari sepuluh tahun dan sering menimbulkan kecelakaan, terutama di musim hujan. Setahu saya jalan ini juga pernah disambangi oleh Wakil Bupati, sehingga pemerintah dinilai sudah mengetahui kondisi jalan yang tidak layak dilalui,” Kata warga kepada jadikabar.com, Sabtu (31/01/2026)
Ironisnya, meski telah lama dikeluhkan, hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak terkait. Kondisi tersebut membuat warga merasa geram dan akhirnya memilih memperbaiki jalan dengan kemampuan sendiri menggunakan material seadanya.
Seluruh biaya perbaikan jalan tersebut berasal dari sumbangan masyarakat tanpa bantuan dari pemerintah. Warga berharap upaya swadaya ini dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Sementara itu, Moh. Gantar Sabilillah, seorang mahasiswa yang turut terdampak, menilai pembiaran kerusakan jalan ini mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemerintah setempat seolah menutup mata terhadap realitas yang terjadi di masyarakat. Jika pembiaran ini terus berlangsung, maka pemerintah patut dipertanyakan legitimasinya dalam mengklaim diri sebagai pelayan masyarakat” Ujarnya kepada wartawan jadikabar.com
Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak sewaktu-waktu dapat memutus akses pendidikan, terutama bagi mahasiswa dan pelajar yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut.












