PEMKOT Magelang perkuat pengelolaan sampah berbasis sumber lewat bantuan SARPAS

Avatar photo
PEMKOT Magelang perkuat pengelolaan sampah Berbasis sumber lewat bantuan SARPAS
PEMKOT Magelang perkuat pengelolaan sampah Berbasis sumber lewat bantuan SARPAS

Magelang, Jadikabar.com – Pemerintah Kota Magelang menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamai), Magelang Clean Sheet (Makclinge), serta aspirasi anggota dewan. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Graha Ageng BPLK Kota Magelang, Sabtu (9/1/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi gerobak sampah, kendaraan roda tiga, timbangan bank sampah, keranjang pemilah, karung operasional, serta perlengkapan pendukung lainnya. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa penguatan pengelolaan sampah merupakan agenda berkelanjutan pemerintah daerah. Menurutnya, sampah dihasilkan setiap hari sehingga penanganannya menuntut kedisiplinan kolektif serta perubahan perilaku masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kesadaran bersama. Membuang sampah sembarangan bukan sekadar persoalan kebiasaan, tetapi sudah menyentuh aspek etika, moral, bahkan hukum,” ujar Damar.

Ia menjelaskan, strategi pengelolaan sampah di Kota Magelang diarahkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, dimulai dari rumah tangga, restoran, hingga sektor perhotelan. Pemilahan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi langkah efektif untuk menekan jumlah residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Kota Magelang telah mencapai sekitar 95 persen. Capaian tersebut ditargetkan terus meningkat melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemkot Magelang untuk mengembalikan predikat Kota Adipura. Menurut Damar, penghargaan tersebut idealnya sejalan dengan kualitas pengelolaan lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kota yang bersih, tertata, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, Pemkot Magelang juga menyiapkan konsep pengelolaan sampah modern yang tidak sepenuhnya bergantung pada TPSA Banyuurip. Pemerintah telah menyiapkan lahan alternatif di wilayah Bojong guna mendukung sistem pengolahan sampah yang lebih terpadu.

“Kami merancang konsep tempat pembuangan akhir yang benar-benar purna, dengan pengolahan tuntas dan dampak lingkungan seminimal mungkin. Seluruh prosesnya akan melalui kajian kelayakan, kesiapan fiskal, serta tahapan yang terukur,” jelas Damar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Handini Rahayu, menyampaikan bahwa bantuan sarana dan prasarana tersebut difokuskan untuk memperkuat layanan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Magelang menyerahkan sebanyak 142 unit gerobak sampah kepada RW penerima, 120 unit timbangan bank sampah, 1.593 unit keranjang pemilah, serta 2.575 karung operasional.

Selain itu, terdapat 16 unit kendaraan roda tiga hasil aspirasi dewan yang digunakan untuk mendukung pengangkutan sampah dan pelaksanaan program Makclinge di sejumlah wilayah.

“Seluruh bantuan ini bersumber dari APBD Perubahan Kota Magelang Tahun Anggaran 2025,” pungkas Handini.

Penulis: Abrian tamtamaEditor: TF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *