MAGELANG, JADIKABAR.COM – Banjir lahar hujan yang menerjang aliran Sungai Senowo di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menelan korban jiwa. Hingga Rabu (4/3/2026) sore, tiga orang penambang pasir dilaporkan meninggal dunia, dua lainnya masih dalam pencarian, dan enam orang mengalami luka-luka.
Bencana tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur puncak Merapi pada Selasa (3/3/2026) mulai pukul 15.00 WIB. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan curah hujan tercatat mencapai 144 milimeter dalam durasi sekitar empat jam. Intensitas tersebut tergolong sangat lebat dan melampaui ambang batas potensi terjadinya banjir lahar.
Menurut Agus, sistem pemantauan hujan Merapi secara otomatis telah mengirimkan informasi kejadian hujan sekaligus peringatan dini bahaya lahar dan awan panas kepada masyarakat serta penambang sejak pukul 15.15 WIB.
Sekitar pukul 16.30 WIB, aliran lahar mulai terpantau di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi, antara lain Sungai Gendol, Sungai Apu, Sungai Trising, Sungai Senowo, dan Sungai Pabelan. Sungai-sungai tersebut dikenal sebagai jalur utama aliran material vulkanik saat hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung api yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang per 4 Maret 2026 mencatat tiga korban meninggal dunia masing-masing Imam Setiawan (21), warga Semarang; Fuad Hasan (25), warga Magelang; dan Heru (24), warga Magelang. Selain itu, enam korban mengalami luka-luka dan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, banjir lahar juga menyebabkan sedikitnya 15 unit truk hanyut atau terjebak di alur sungai. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga tengah beroperasi di sekitar bantaran saat hujan deras turun di wilayah hulu.
Tim Badan Geologi melalui BPPTKG melakukan pendampingan teknis serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna mempercepat pencarian korban serta penanganan dampak. Pada Rabu pagi, fokus pencarian dilakukan di bantaran Sungai Senowo dan Sungai Apu, di mana dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
BPPTKG mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang alur sungai berhulu di Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di kawasan puncak. Aktivitas penambangan maupun kegiatan lain di dalam alur sungai diminta dihentikan sementara saat hujan deras berlangsung.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus mengintensifkan sosialisasi potensi bahaya banjir lahar serta memperkuat pemantauan kondisi sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan BPPTKG serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Abrian Tamtama












