Daerah  

Walikota Magelang Damar, Bidik Kawasan Terbuka di Sidotopo Untuk Dijadikan Alun Alun

Avatar photo
Keterangan Foto: Penampakan Kota Magelang Dari Atas Langit

MAGELANG, JadiKabar. Com– Pemerintah Kota Magelang menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kepadatan aktivitas di pusat kota. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menilai Alun-alun Kota Magelang kini menghadapi tingkat keramaian yang semakin tinggi.

Menurut Damar, kondisi alun-alun yang kian riuh dan padat mendorong pemerintah merancang simpul keramaian baru di wilayah utara kota.

“Perencanaan ini telah melalui kajian, termasuk aspek pemerataan ekonomi dan kebutuhan ruang publik masyarakat. Saat ini sudah memasuki tahap perencanaan,” ujarnya usai paparan refleksi satu tahun kepemimpinan di GOR Samapta, Sabtu (14/2).

 

Ruang publik baru tersebut direncanakan berdiri di kawasan Sidotopo dengan luas sekitar 2,8 hektar. Lokasinya berada di seberang Universitas Tidar. Pemerintah mengusung konsep serupa alun-alun yang mencakup lapangan terbuka, jalur joging, area kuliner, serta taman dan ruang terbuka hijau.

“Kami targetkan pembangunan dimulai tahun ini. Kehadiran Sidotopo diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menikmati ruang publik, sekaligus memecah konsentrasi keramaian yang saat ini terpusat,” kata Damar.

Dalam kesempatan yang sama, Damar menegaskan refleksi satu tahun kepemimpinannya bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen transparansi pemerintah. Ia menyebut evaluasi kinerja harus melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media.

“Capaian pemerintah tidak memiliki arti apabila manfaatnya belum dirasakan masyarakat. Karena itu, refleksi ini kami sampaikan secara terbuka agar warga dapat menilai secara objektif serta memberikan kritik konstruktif,” tuturnya.

Selama setahun terakhir, Damar mengaku lebih banyak turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi warga. Penataan visual kota dan pengelolaan sampah menjadi fokus utama kebijakan. Langkah tersebut, lanjutnya, selaras dengan arahan Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Lingkungan kota yang tertata rapi merupakan fondasi kesejahteraan ekonomi. Ketika kondisi Aman, Sehat, Resik, dan Indah terjaga, maka kunjungan meningkat, aktivitas perdagangan bergerak, event berkembang, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” jelasnya.

Lebih lanjut, Damar menekankan visi Kota Magelang sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang Harmonis, Humanis, Nyaman, dan Berkelanjutan disusun berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Visi tersebut dijabarkan ke dalam enam misi pembangunan, empat klaster program, serta 19 program unggulan.

Ia juga menyoroti peran strategis pengurus RT/RW sebagai garda terdepan perubahan di tingkat lingkungan. “RT dan RW merupakan perwakilan masyarakat yang memiliki peran vital dalam mewujudkan arah pembangunan Kota Magelang,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis: Abrian Tamtama Edo DewaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi