BALI, JADIKABAR.COM – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, menyiagakan empat unit thermal scanner di area terminal sebagai langkah antisipasi munculnya kasus Virus Nipah (NiV) di luar negeri, khususnya di India. Alat pendeteksi suhu tubuh ini ditempatkan di titik-titik strategis guna memperketat pengawasan terhadap penumpang, khususnya di area kedatangan penumpang.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan pemasangan thermal scanner merupakan bagian dari upaya peningkatan pengawasan kesehatan penumpang yang dilakukan bersama Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar.
“Dalam hal pengawasan Virus Nipah, terdapat dua unit thermal scanner di kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, dan satu unit yang disiagakan di terminal VIP,” ujarnya, Rabu (28/1/2026) malam.
Ia menjelaskan, seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan Virus Nipah di area bandara.
Jika dalam proses pemantauan ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala, khususnya peningkatan suhu tubuh, maka akan segera ditindaklanjuti oleh pihak BBKK.
“Penumpang yang terindikasi akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain menyiagakan peralatan pendukung, pihak bandara juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan. Penumpang yang akan terbang dari dan menuju Pulau Bali diminta untuk terus memantau perkembangan informasi terkini terkait Virus Nipah demi keamanan dan kenyamanan bersama.
“Kami juga mengimbau bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal seperti demam agar segera melapor kepada petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” pungkasnya.
Langkah kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan Bandara Ngurah Rai sebagai salah satu pintu masuk utama Bali tetap dalam kondisi aman serta mampu meminimalkan risiko penyebaran penyakit menular.
Mengenal Virus Nipah :
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine. Penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, termasuk daging hewan yang dimasak kurang matang. Selain dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dengan pasien, terutama melalui cairan tubuh.
Sejumlah sumber menyebutkan masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan sakit tenggorokan. Dalam kasus yang lebih berat, pasien dapat mengalami sesak napas, muntah, kesulitan menelan, hingga peradangan otak atau ensefalitis yang merupakan komplikasi paling serius dan dapat berujung pada kematian. (Red)












