Berita  

Sinergi Tiga Lembaga: IAI, MASTREN, dan PII Perkuat Keandalan Bangunan Pondok Pesantren

Avatar photo
Sinergi Tiga Lembaga: IAI, MASTREN, dan PII Perkuat Keandalan Bangunan Pondok Pesantren
Foto Istimewa Sinergi Tiga Lembaga: IAI, MASTREN, dan PII Perkuat Keandalan Bangunan Pondok Pesantren

Bangkalan, JADIKABAR.COM – Langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan Islam di Indonesia resmi dimulai. Tiga lembaga besar, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Masyarakat Pesantren Nasional (MASTREN), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerjasama Peningkatan Lingkungan dan Keandalan Bangunan Pondok Pesantren.
Penandatanganan ini dilakukan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Oleh para pimpinan tertinggi masing-masing lembaga: Ar. G. Budi Yulianto (Ketua Umum IAI), Dr. K.H Muchlin Muhsin (Ketua Syuriah MASTREN), dan Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie (Ketua Umum PII).

Ketua Syuriah MASTREN,Dr. K.H Muchlin Muhsin
para pihak menegaskan bahwa sinergi ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan upaya penguatan tata kelola pembangunan pesantren yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.

“Kerjasama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas bangunan dan lingkungan Pondok Pesantren melalui sinergi berkelanjutan,” sebagaimana tertuang dalam naskah penutup MoU tersebut

Gerakan ini bukan sekadar formalitas. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran PII, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah (kabupaten/kota), untuk turun tangan membantu pembangunan pesantren.

“Ini adalah bentuk pengabdian nyata. Para ahli konstruksi dan arsitek sepakat untuk menghibahkan keilmuan mereka agar pesantren memiliki fasilitas yang layak, aman, dan representatif bagi para santri,” ujar Dr. KH. Mukhlis Mukhsin

Mastren hadir sebagai jembatan yang menyatukan dunia pesantren dengan para pakar profesional. Sinergi antara Mastren, PII, dan IAI diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam pembangunan fisik pesantren yang tetap menjaga nilai-nilai luhur namun tetap modern dan fungsional.

Dengan dukungan penuh dari figur-figur ahli seperti Ilham Habibie dan para arsitek profesional, gerakan “Mewakufkan Profesi” ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi infrastruktur pesantren di seluruh pelosok negeri.”Ketua Syuriah MASTREN,Dr. K.H Muchlin MuhsinTutupnya

Penulis: EdiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi