MALANG, JadiKabar. Com– Peringatan Hari Pers Nasional dimaknai dengan aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Wisata Kampoeng Banyu Lowo Soro, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan ini diisi dengan gerakan tanam pohon dan penyebaran benih ikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian mata air Wendit yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Acara yang digelar di area belakang Wisata Wendit tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Desa Mangliawan bersama insan pers. Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Pemerintah Desa Mangliawan, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila, serta pengacara Dwi Indrotito Cahyono yang akrab disapa Sam Tito.
Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam di sekitar kawasan wisata, disusul penyebaran ratusan benih ikan ke perairan setempat. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Kepala Desa Mangliawan, Muhammad Jai, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya untuk memperingati Hari Pers Nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Wisata Kampoeng Banyu yang baru dibuka kepada masyarakat luas.
“Kami bersama rekan-rekan media menggelar jalan sehat, penanaman pohon, dan penyebaran benih ikan sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem wisata Banyu. Sekaligus ini menjadi ajang promosi destinasi baru di desa kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski fasilitas wisata belum sepenuhnya rampung, kawasan tersebut sudah dapat dikunjungi masyarakat. Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang asri, udara sejuk, serta wahana perahu dengan tarif terjangkau. Untuk saat ini, wisata dibuka tanpa tiket masuk dan pengunjung hanya dikenakan biaya parkir.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah maupun investor untuk membantu pengembangan sarana dan prasarana agar wisata ini semakin berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Dwi Indrotito Cahyono menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pelestarian lingkungan yang dikemas dalam peringatan Hari Pers Nasional tersebut. Ia menilai konsep wisata alam yang dipadukan dengan aksi sosial lingkungan menjadi daya tarik tersendiri.
“Wisata ini sangat potensial. Tadi kegiatannya juga menarik, mulai jalan sehat hingga penanaman pohon dan tebar benih ikan. Ini langkah positif untuk menjaga ekosistem,” ungkap Sam Tito.
Meski demikian, ia juga memberikan masukan terkait peningkatan akses jalan dan area parkir agar pengunjung semakin nyaman. Menurutnya, pengembangan fasilitas seperti sajian kuliner di atas perahu serta hiburan musik dapat menjadi nilai tambah bagi wisata Kampoeng Banyu.
Hal senada disampaikan Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Malang, Kiki Tutik Sundari. Ia menilai destinasi tersebut memiliki daya tarik alam yang kuat, namun masih membutuhkan pembenahan pada beberapa aspek infrastruktur dan penambahan wahana.
Sebagai pecinta wisata alam, Kiki mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan penanaman pohon dan penyebaran benih ikan bersama peserta lainnya.
“Saya berharap keberadaan Wisata Kampoeng Banyu Lowo Soro dapat memperkaya pilihan destinasi di Kabupaten Malang dan menarik minat wisatawan dari berbagai daerah” , juaranya.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan, peringatan Hari Pers Nasional kali ini tidak hanya menjadi ajang refleksi peran pers, tetapi juga momentum membangun kesadaran bersama untuk menjaga alam sebagai sumber kehidupan.












