Magelang, JADIKABAR.COM – Pabrik perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries yang berlokasi di Tempuran, Kabupaten Magelang, menargetkan produksi hingga 1.000 unit kendaraan pada tahun 2026. Target tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan, termasuk dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).
Direktur Utama PT VKTR Sakti Industries, Dino Ahmad Ryandi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memproduksi sekitar 120 unit bus dan 20 unit truk listrik.
“Untuk tahun ini, kami optimistis dapat mencapai target sekitar 1.000 unit, dengan komposisi kurang lebih 300 unit bus,” ujarnya saat ditemui di fasilitas produksi VKTR di Tempuran, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, permintaan kendaraan listrik tersebut sebagian besar berasal dari sektor transportasi publik dan industri. Untuk segmen bus, perusahaan tengah membidik proyek dari TransJakarta serta rencana kerja sama dengan Trans Jateng. Sementara itu, pesanan truk listrik banyak datang dari perusahaan BUMN seperti Antam, Semen Indonesia, dan Semen Padang.
Dino menegaskan bahwa sistem produksi di VKTR berbasis pesanan (built-to-order), sehingga tidak ada unit yang diproduksi tanpa adanya permintaan dari konsumen.
“Kami tidak memproduksi untuk stok. Setiap unit yang dirakit sudah memiliki pemesan,” jelasnya.
Terkait wacana pengembangan sedan listrik nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dengan target produksi massal pada 2028, VKTR memilih untuk tetap berfokus pada pengembangan kendaraan komersial, khususnya bus dan truk listrik.
Menurut Dino, peluang pengembangan sedan listrik nasional dapat diambil oleh perusahaan lain, seperti Pindad dan Danantara. Sementara itu, VKTR berupaya memperkuat posisinya sebagai produsen kendaraan listrik nasional di sektor angkutan berat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan langsung pabrik perakitan kendaraan listrik milik VKTR yang berlokasi di Jalan Magelang–Purworejo Km 10, Tempuran, Kabupaten Magelang
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Abrian Tamtama












