EJSC Malang dan SMSI Malang Raya Bekali Siswa SMK Sunan Kalijogo Jabung Keterampilan Content Creator Berbasis Storytelling

Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M.,

MALANG, JadiKabar. Com– Kemampuan membuat konten digital kini menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan di era transformasi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, East Java Super Corridors (EJSC) Bakorwil Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar program “EJSC Malang Goes to School” di SMK Sunan Kalijogo Jabung, Kabupaten Malang, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Sunan Kalijogo 3 tersebut diikuti 35 peserta yang terdiri atas pengelola media sekolah dan siswa SMK yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada semester mendatang.

Dalam kegiatan ini, EJSC menghadirkan Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M., sebagai narasumber utama yang membagikan strategi kreatif pembuatan konten digital berbasis storytelling.

Kepala SMK Sunan Kalijogo Jabung, Muhammad Sahli, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa di tengah perkembangan teknologi dan tren digital yang terus berubah.

Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 2013, SMK Sunan Kalijogo terus melakukan berbagai penyesuaian dan pengembangan program keahlian agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

“Perubahan itu harus kita ikuti. Adaptasi menjadi kunci agar siswa memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Kehadiran tim EJSC hari ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menambah wawasan dan keterampilan peserta didik,” ujar Sahli.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para siswa tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pengembangan media sekolah maupun saat menjalani PKL.

Advisor EJSC Malang, Andhi Prasetyo, menjelaskan bahwa program Goes to School dirancang untuk memberikan wawasan praktis yang belum banyak diperoleh siswa melalui pembelajaran reguler di kelas.

Menurutnya, dunia industri kreatif membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bernilai dan sesuai kebutuhan pasar.

“Di sekolah tentu sudah ada materi dasarnya. Kami hadir untuk menambahkan perspektif dan pengalaman praktis yang bisa membuka cara berpikir baru. Harapannya, peserta aktif berdiskusi dan berani mengembangkan potensinya,” kata Andhi.

Ia juga mengungkapkan bahwa EJSC Malang saat ini tengah mencari talenta-talenta kreatif dari wilayah Jabung untuk dilibatkan dalam berbagai program pendampingan dan pemberdayaan UMKM lokal.

“Kami sering membutuhkan tenaga kreatif untuk membuat berbagai media pemasaran, mulai desain kemasan, konten promosi, hingga video profil usaha. Ini bisa menjadi peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman sekaligus penghasilan tambahan sebagai freelancer,” ujarnya.

Pada sesi utama, Arvendo Mahardika membawakan materi bertajuk “Belajar Ngonten dengan Teknik Storytelling: Ketika Bercerita Bisa Jadi Karya”.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kekuatan sebuah konten tidak hanya terletak pada visual yang menarik, tetapi juga pada cerita yang mampu membangun keterhubungan emosional dengan audiens.

“Konten yang menarik lahir dari cerita yang kuat. Menampilkan hasil panen atau produk jadi saja tidak cukup. Tampilkan prosesnya, sosok di baliknya, dan kisah yang menyertainya. Orang cenderung lebih mengingat cerita dibandingkan sekadar data,” jelas Arvendo.

Pemimpin Redaksi AboutMalang.com tersebut juga memperkenalkan konsep micro cinematic storytelling untuk video berdurasi 30 hingga 60 detik yang terdiri dari tiga elemen utama, yakni hook, body, dan call to action.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga langsung mengikuti sesi praktik. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memproduksi video pendek bertema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menariknya, para siswa diminta menerapkan teknik soft selling berbasis storytelling. Alih-alih menyampaikan ajakan secara langsung, mereka mengangkat berbagai keunggulan sekolah melalui alur cerita yang menampilkan fasilitas pendidikan, suasana belajar yang nyaman, hingga lingkungan sekolah yang mendukung pengembangan karakter dan kreativitas siswa.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Berbagai karya yang dihasilkan peserta kemudian dikurasi oleh tim penyelenggara untuk mendapatkan apresiasi khusus sebagai bentuk motivasi bagi para calon kreator muda tersebut.

Melalui program ini, EJSC Malang berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif, kreatif, dan bernilai ekonomi, sekaligus menjadi talenta lokal yang siap bersaing di industri kreatif masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi