Daerah  

Ribuan Simpatisan Gelar Apel Akbar di DPRD Malang, Moreno Suprapto: Program MBG Organik dan Sangat Dibutuhkan Masyarakat

Avatar photo
Ribuan Simpatisan Gelar Apel Akbar di DPRD Malang, Moreno Suprapto: Program MBG Organik dan Sangat Dibutuhkan Masyarakat
Ribuan Simpatisan Gelar Apel Akbar di DPRD Malang, Moreno Suprapto: Program MBG Organik dan Sangat Dibutuhkan Masyarakat

MALANG, JADIKABAR – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Simpatisan Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya memadati depan kantor DPRD Kota Malang pada Sabtu (19/6/2026).

Massa yang terdiri dari pelaku UMKM, petani, peternak, wali murid, hingga relawan menggelar aksi Apel Akbar dan senam bersama guna menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program strategis nasional tersebut.

Anggota DPR RI sekaligus tokoh masyarakat Malang Raya, Moreno Suprapto, turut hadir di tengah-tengah massa. Moreno menegaskan bahwa kehadiran dirinya merupakan pemenuhan undangan dari masyarakat Malang Raya yang merasa menjadi bagian dari perwakilan 82 juta penerima manfaat program MBG se-Indonesia.

“Saya datang ke sini karena peduli dengan Malang Raya. Kita punya jiwa Arema dan kita tidak mau diadu-adu. Program Pak Prabowo ini sangat bagus untuk mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas,” ujar Moreno saat diwawancarai awak media di lokasi aksi.

Bantah Aksi Tandingan dan Tanggapi Kritik Ketua DPRD

Moreno membantah keras tudingan bahwa Apel Akbar ini merupakan aksi tandingan terhadap dinamika politik lokal yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, gerakan ini murni aspirasi spontan dan organik dari bawah.

“Tidak ada aksi tandingan, ini murni organik dari masyarakat. Spontanitas dari masyarakat Malang Raya, khususnya ibu-ibu. Tadi saya bahkan tidak mau muncul di panggung, tapi diminta ikut joget dan akhirnya diminta bicara,” ungkapnya.

Terkait adanya pernyataan dari oknum Ketua DPRD yang sempat menginstruksikan penghentian sementara program MBG, Moreno menilai pernyataan tersebut bersifat personal dan tidak mewakili lembaga secara utuh. Berdasarkan dialog langsungnya dengan warga, masyarakat justru menolak keras jika program pemenuhan gizi ini dihentikan.

“Masyarakat bilang ke saya, ‘Jangan Pak, jangan diberhentikan.’ Mereka yang datang ini mewakili peternak, petani, dan orang tua wali murid yang merasa sangat terbantu. Dengan adanya program ini, uang saku psikis anak-anak bisa dikumpulkan dalam sebulan untuk membeli kebutuhan sekolah lain seperti sepatu olahraga. Kan alhamdulillah,” jelasnya.

Terbuka Terhadap Evaluasi, Tolak Ujaran Kebencian

Lebih lanjut, Moreno menekankan bahwa kritik dan evaluasi dalam setiap program strategis pemerintah adalah hal yang wajar. Namun, ia menyayangkan jika ruang evaluasi tersebut justru dipenuhi dengan provokasi dan ujaran kebencian di media sosial yang bisa merusak moral generasi muda.

“Kalau ada kekurangan, itu wajar dan Pak Prabowo sangat terbuka untuk evaluasi. Tapi jangan mengumbar kebencian, itu bisa memecah belah bangsa dan mengarah ke tindakan makar. Menghujat itu bukan budaya Indonesia, apalagi media sosial sekarang diakses anak-anak usia 15 tahun,” tegas Moreno. Ia juga menambahkan bahwa program MBG saat ini masih menjadi kebutuhan mayoritas, khususnya untuk sektor pendidikan dasar hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Ribuan Simpatisan Gelar Apel Akbar di DPRD Malang, Moreno Suprapto: Program MBG Organik dan Sangat Dibutuhkan Masyarakat
Ribuan Simpatisan Gelar Apel Akbar di DPRD Malang, Moreno Suprapto: Program MBG Organik dan Sangat Dibutuhkan Masyarakat

Tiga Poin Deklarasi Simpatisan MBG Malang Raya

Di akhir acara Apel Akbar, seluruh elemen masyarakat yang hadir membacakan pernyataan sikap dan deklarasi bersama. Terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan dan komitmen para simpatisan MBG Malang Raya, yaitu:

 1. Dukungan Penuh ke Pemerintah: Mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan percepatan pemenuhan gizi pada 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

 2. Perlindungan Sektor Lokal: Menegaskan bahwa petani, peternak, UMKM, dan tenaga kerja lokal adalah pilar utama program MBG yang harus dilindungi keberlanjutannya.

 3. Efektivitas Anggaran: Mendorong efektivitas anggaran sebagai kunci keberhasilan MBG, dengan catatan penghematan tidak boleh mengurangi hak masyarakat atas layanan gizi anak negeri.

Massa menutup aksi dengan komitmen bersama untuk terus mengawal program gizi bangsa melalui semangat gotong royong demi menguatkan ekonomi rakyat dan mewujudkan Indonesia Emas yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera. Aksi yang berjalan dengan damai dan sejuk tersebut kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Fan/Jaka)

Penulis: Tofan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi