Surabaya, jadi kabar – Sekretaris DPRD Jawa Timur (Jatim) Mohammad Ali Kuncoro, telah resmi menyandang gelar Doktor. Gelar ini melengkapi gelar S.STP., M.Si. yang sudah lebih dulu disandangnya.
Sosok yang dikenal sangat pendiam itu memiliki semboyan Diam itu emas. Tanpa banyak bicara, Sekretaris DPRD Jawa Timur (Jatim) itu, telah menyandang gelar Doktor.
Ali Kuncoro berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani Ujian Terbuka Program Doktoral di Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu siang (24/12/2025).
Hebatnya, Ali Kuncoro meraih gelar Doktor dengan status cumlaude. “Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, saya telah melalui Ujian Terbuka Disertasi S3 hari ini. Sebuah fase penting dalam perjalanan akademik yang saya tempuh dengan doa, kesabaran, dan dukungan banyak pihak,” ujarnya usai menerima gelar Doktor.
Dalam ujian terbuka disaksikan puluhan orang tersebut, Ali Kuncoro memperkenalkan disertasi berjudul “Model Strategi Sport Entertaiment MAK Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan: Pendekatan Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan Keterlibatan Generasi Muda”.
Pria yang akrab dipanggil Mas Sekwan itu didampingi dua promotor, yakni Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes dan Co-Promotor Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes.
Sementara Ketua Penguji Dr. Irmantara Subagio, M.Kes., Sekretaris Penguji Prof. Dr. Agus Hariyanto, M.Kes. Anggota Dewan Penguji terdiri dari Dr. Suko Widodo, M.Si., Prof. Dr. Zainudin Amali, S.E., M.Si., Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, M.Pd., dan Dr. Achmad Widodo, M.Kes
Ali Kuncoro menyebut karya ilmiahnya ini tidak hanya bisa diimplementasikan oleh para pengiat olahraga dan kepala dinas olahraga di kabupaten/kota, tapi juga bisa dipakai di kegiatan-kegiatan lainnya. Dia sendiri sudah pernah memformulasikan untuk kegiatan di sekretariatan DPRD Jatim.
“Harapan saya semoga disertasi ilmiah saya ini ke depan, punya nilai guna dan manfaat kepada seluruh masyarakat, baik Jatim maupun Indonesia. Khususnya untuk kemajuan dunia olahraga,” tandas pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim serta PJ Wali Kota Mojokerto ini.












