Hari Pangan Sedunia, Ketika Harapan Gizi Bersih Diwarnai Duka Korban Keracunan MBG 

Avatar photo

JadiKabar.Com – 16 Oktober 2025 adalah Peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini tak bisa dilepaskan dari kenyataan kelam yang tengah melanda Jawa Timur: program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mestinya menyokong gizi sehat, malah diduga meracuni anak-anak.

Menurut LBH Surabaya, dalam rentang 18 September hingga 2 Oktober 2025, mereka menerima 131 aduan siswa di delapan daerah Jawa Timur yang mengalami keracunan akibat MBG.

Kasus tersebar di Nganjuk 7 siswa, Tuban 6 siswa, Bojonegoro 7 siswa, Lamongan 13 siswa, Pamekasan 37 siswa, Batu 15 siswa, Ngawi 45 siswa, Mojokerto 1 siswa.

Gejala yang di alamai para korban bervariasi mulai dari pusing, mual, muntah bahkan sebagian sempat banyak dirawat di puskesmas, rumah sakit, Maupun UGD.

Di skala provinsi, data JPPI mencatat bahwa hingga 12 Oktober 2025, korban keracunan MBG secara nasional sudah mencapai 11.566 anak.
Dari jumlah itu, Jawa Timur menempati urutan ke-4 provinsi dengan korban terbanyak, yakni 950 orang se-jawa 2025.

Ketimpangan antara harapan (“program gizi”) dan kenyataan (“makanan basi, kontaminasi mikroba, bahkan ulat belatung”) makin tajam ketika data itu dihadapkan pada realitas lokal. LBH mencatat menu MBG ditemukan dalam kondisi basi, terkontaminasi mikroba berbahaya, dan “ada ulat belatung” di beberapa daerah seperti Lumajang, Jember, Surabaya, dan Bangkalan.

Pernyataan “setiap piring nasi adalah hak” terasa hampa jika diiringi insiden ratusan anak terguncang keracunan. Dalam 14 hari pada September-Oktober 2025, LBH Surabaya mencatat 131 siswa di Jawa Timur yang melaporkan keracunan akibat MBG, tersebar di Nganjuk, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Pamekasan, Batu, Ngawi, dan Mojokerto. Di tingkat provinsi, 2025 hingga 12 Oktober, Jawa Timur sendiri menyumbang 950 korban dari total nasional 11.566 kasus MBG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *