Daerah  

Transisi Kepemimpinan BI Malang, Fondasi Ekonomi Daerah Siap Diperkuat

Avatar photo
Transisi Kepemimpinan BI Malang, Fondasi Ekonomi Daerah Siap Diperkuat
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat wawancara dalam acara pengukuhan kepala BI Kota Malang yang baru

Malang, Jadikabar – Suasana Mirama Ballroom Grand Mercure Malang berubah menjadi saksi bisu babak baru kepemimpinan strategis di ranah ekonomi regional, Rabu (11/2/2026). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, hadir langsung dalam upacara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang yang baru sebuah momentum transisi yang dinilai tak hanya seremonial, tapi krusial bagi denyut nadi ekonomi Kota Malang.

Dipimpin langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, acara ini sekaligus menjadi momen serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pimpinan baru. Berdasarkan Keputusan Gubernur BI yang diteken di Jakarta pada 4 Desember 2025, posisi strategis itu kini resmi diemban oleh Indra Kusuma Priyadi.

Dalam pidatonya, Filianingsih menegaskan bahwa rotasi kepemimpinan di tubuh BI bukanlah agenda insidental.

“Ini adalah strategi penguatan organisasi yang terencana dan berkala. Kami ingin memastikan kepemimpinan yang berkelanjutan dan kinerja yang solid di daerah demi stabilitas ekonomi nasional dan regional,” tegasnya di hadapan jajaran pejabat daerah serta perbankan.

Namun, sorotan tak hanya tertuju pada pemimpin baru. Wali Kota Wahyu Hidayat memberikan penghormatan tinggi kepada pejabat sebelumnya, Febrina, yang dinilai telah meletakkan fondasi kokoh bagi perekonomian Kota Malang.

“Ibu Febrina tidak hanya bekerja dari balik meja. Beliau turun ke pasar, berdialog langsung dengan pedagang, memantau harga sembako hingga ke akar rumput. Itulah dedikasi nyata yang sangat membantu kami di pemerintahan daerah menjaga inflasi dan daya beli masyarakat,” ujar Wahyu dengan nada penuh apresiasi.

Wahyu pun menyambut hangat kehadiran Indra Kusuma Priyadi sebagai nahkoda baru KPw BI Malang. Ia tak ragu menyebut posisi ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah di tengah tekanan ekonomi global yang kian kompleks.

“Harapan kami besar. Sinergi yang sudah terbangun kuat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus terus diperkuat. Bukan hanya soal angka inflasi, tapi juga penguatan rantai pasok dan stabilitas sektor keuangan daerah,” imbuhnya.

Di mata Wahyu, kehadiran Bank Indonesia di daerah bukan sekadar simbol.

“Ini adalah tulang punggung kolaborasi. Dengan kepemimpinan baru, kami optimistis Kota Malang akan semakin tangguh menghadapi gejolak ekonomi,” pungkasnya.

Suasana pengukuhan berlangsung khidmat, ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi singkat antara pimpinan baru BI bersama jajaran Forkopimda Kota Malang. Satu pesan jelas tergambar di tengah ketidak pastian global, kolaborasi adalah kata kunci. Dan Malang, tampaknya, sudah melangkah lebih awal.

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi