Malang, JadiKabar. Com— Upaya Paguyuban Keluarga Abdi Keraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya dalam mengembangkan olahraga tradisional mendapat perhatian dan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua PAKASA Malang Raya, K.R.A. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., dengan Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora, Yayat Suyatna, S.Pd., M.Pd., di Malang. Pertemuan berlangsung setelah rangkaian kegiatan Festival Malang Mbois.
Pertemuan itu membahas peluang pengembangan olahraga tradisional yang dipadukan dengan kegiatan kebudayaan. PAKASA Malang Raya dinilai memiliki potensi untuk menjadi penggerak kegiatan olahraga masyarakat yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Ketua PAKASA Malang Raya, K.R.A. Dwi Indrotito Cahyono, mengatakan olahraga tradisional tidak sekadar menjadi permainan masa lalu. Menurutnya, berbagai permainan warisan leluhur memiliki nilai pendidikan yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dihidupkan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, sportivitas, disiplin, gotong royong, dan penghargaan terhadap budaya,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan zaman tidak seharusnya membuat olahraga tradisional semakin ditinggalkan. Sebaliknya, diperlukan inovasi agar olahraga tersebut dapat dikemas secara menarik dan sesuai dengan minat generasi muda.
PAKASA Malang Raya, lanjut Dwi Indrotito, terbuka untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan olahraga. Pelaksanaannya dapat dilakukan melalui festival, kegiatan komunitas, lingkungan pendidikan maupun agenda kemasyarakatan.
“Kami ingin kebudayaan tidak hanya berhenti pada pelestarian adat dan tradisi. Kebudayaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk melalui olahraga tradisional,” jelasnya.
Selain memiliki manfaat bagi kesehatan dan kebugaran, olahraga tradisional juga dinilai berpotensi menjadi bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Kegiatan tersebut dapat dikemas menjadi atraksi budaya yang menarik wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dwi berharap ke depan terdapat program pembinaan yang lebih terarah untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada anak-anak dan kalangan muda.
“Kalau dikembangkan secara serius, olahraga tradisional bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus sarana edukasi budaya dan daya tarik wisata,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora, Yayat Suyatna, menyambut positif inisiatif PAKASA Malang Raya tersebut.
Menurut Yayat, olahraga masyarakat memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada cabang olahraga modern. Olahraga tradisional juga mempunyai peran dalam membangun kebugaran sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi terhadap langkah PAKASA Malang Raya. Olahraga tradisional memiliki nilai penting karena mampu menggabungkan aktivitas fisik dengan kebersamaan, kegembiraan, serta pembentukan karakter,” kata Yayat.
Ia menambahkan, keberadaan komunitas budaya dapat menjadi kekuatan dalam mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dan berolahraga.
PAKASA Malang Raya dinilai dapat mengambil peran sebagai penggerak olahraga masyarakat berbasis budaya melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, sekolah, hingga sektor pariwisata.
“Potensi ini bisa terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, olahraga tradisional tetap hidup dan dapat dikenal oleh generasi berikutnya,” tuturnya.
Yayat juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan olahraga tradisional di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus tetap memiliki keterikatan dengan budaya lokal.
Pertemuan Kemenpora dan PAKASA Malang Raya tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara komunitas kebudayaan dan pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga masyarakat.
Ke depan, PAKASA Malang Raya diharapkan mampu mengembangkan olahraga tradisional sebagai bagian dari aktivitas masyarakat, media edukasi budaya, serta potensi atraksi wisata di wilayah Malang Raya.












