Magelang Jadikabar.com – Sejumlah orang tua siswa di Magelang menyampaikan keluhan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama Ramadan. Menu dinilai kurang variatif dan dipertanyakan dari sisi kandungan gizi.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan Haksoro (45), warga Sawangan, Kabupaten Magelang. Ia mengungkapkan, anaknya yang masih duduk di taman kanak-kanak mulai menerima paket MBG sejak hari pertama masuk sekolah setelah libur awal puasa.
“Pada hari pertama menunya roti, susu UHT, dan pisang. Hari kedua ada kurma, telur rebus, serta roti tawar,” ujar Haksoro, Rabu (25/2/2026).
Namun, ia menyoroti menu yang diterima pada hari berikutnya. “Hari ini menunya kentang mustofa, lima telur puyuh rebus, dan jeruk. Menurut saya ini kurang tepat jika dikaitkan dengan kebutuhan gizi anak,” katanya.
Selain menilai variasi menu kurang sesuai, Haksoro juga memperkirakan nilai paket makanan tersebut tidak mencapai standar biaya yang disebutkan.
“Kalau dihitung-hitung, menurut kami nilainya sekitar Rp 5 ribuan. Padahal yang kami dengar untuk TK kecil anggarannya Rp 8 ribu,” tuturnya.
Ia pun mempertanyakan pertimbangan gizi dalam penyusunan menu. Menurutnya, proses pengolahan makanan dapat memengaruhi nilai nutrisi.
“Kentang memang sumber karbohidrat, tetapi jika digoreng kandungan lemaknya meningkat. Telur puyuh juga dikenal tinggi kolesterol,” ujarnya.
Haksoro berharap program MBG, sebagai program berskala nasional, tetap memprioritaskan kualitas nutrisi.
“Tujuannya bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Grengseng Pamuji meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan evaluasi menu.
“Menu perlu diperbaiki agar tetap memenuhi standar yang baik,” kata Grengseng. Ia juga menekankan pentingnya kejelasan informasi terkait komposisi dan harga paket MBG.
“Perlu ada referensi yang jelas mengenai detail menu dan konversi nilai gizinya,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, menjelaskan bahwa menu telah disusun berdasarkan sumber gizi yang tersedia.
“Menu kentang mustofa merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi, telur puyuh rebus sebagai protein hewani, dan jeruk sebagai sumber vitamin serta serat,” jelasnya melalui pesan singkat.
Ia menambahkan, pengadaan menu menyesuaikan harga dari koperasi mitra.
“Pembayaran dilakukan setelah invoice keluar, sehingga harga mengikuti ketentuan yang berlaku,” katanya.
Hingga saat ini, SPPG Gondowangi Sawangan masih menyalurkan MBG ke 38 sekolah dan tujuh posyandu. Total penerima manfaat tercatat mencapai 3.500 peserta didik, serta mencakup balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Abrian Tamtama












