Kota Batu, Jadikabar – Dalam rangka memperingati 25 tahun perjalanan di dunia pariwisata, Jawa Timur Park Group menggelar kegiatan media gathering bertajuk “Dialog 25 Tahun Jawa Timur Park Group Berkarya untuk Bangsa”, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jatim Park 3 dan dihadiri jajaran manajemen, organisasi pers, serta puluhan jurnalis dari berbagai media di Malang Raya. Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban, terlebih karena digelar di bulan Ramadan dan ditutup dengan buka puasa bersama antara manajemen dan insan media.
Direktur PT Maju Batu Bersama yang merupakan anak perusahaan JTP Group, Suryo Widodo, menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini menjadi mitra penting dalam perjalanan perusahaan.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai inovasi dan perkembangan destinasi wisata kepada masyarakat luas.
“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media. Tanpa media kami tidak bisa apa-apa, karena media adalah ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Suryo menjelaskan, perjalanan panjang perusahaan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat sekitar, pelaku industri perjalanan hingga media massa.
Sejak awal berdiri, kata dia, konsep yang dibangun oleh Jatim Park Group bukan sekadar menghadirkan tempat rekreasi, tetapi juga destinasi wisata yang mengedepankan unsur edukasi, budaya, serta konservasi.
Perjalanan perusahaan sendiri dimulai pada 1996 dengan berdirinya Klub Bunga Butik Resort. Kemudian pada 2001 hadir Jatim Park 1 yang menjadi tonggak awal pengembangan taman rekreasi edukatif di Indonesia.
Dari satu destinasi tersebut, Jatim Park Group kini berkembang menjadi ekosistem pariwisata terpadu yang dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain menghadirkan wahana rekreasi, perusahaan juga memperkuat konsep wisata berbasis konservasi melalui Batu Secret Zoo yang dikenal sebagai salah satu kebun binatang modern di Indonesia dan aktif dalam berbagai asosiasi konservasi satwa.
Dalam kesempatan yang sama, Marketing and Public Relations Manager Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, memaparkan sejumlah rencana pengembangan destinasi wisata ke depan.
Salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan adalah pembangunan Museum Mega Sains dan Budaya di kawasan Jatim Park 1. Saat ini, progres pembangunan museum tersebut telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Museum ini dirancang menghadirkan lebih dari 400 wahana edukatif yang memadukan sejarah Nusantara dengan teknologi modern. Pengunjung nantinya dapat mempelajari berbagai fase penting sejarah Indonesia, mulai dari kejayaan Kerajaan Majapahit hingga perkembangan teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan dan robotik.
Selain museum, perusahaan juga hampir merampungkan pembangunan Batu Sport Center di kawasan Jatim Park 3. Fasilitas olahraga berstandar internasional tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 4.000 orang dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan olahraga, seminar hingga event berskala besar.
Tak hanya itu, Jatim Park Group juga tengah merancang pembangunan hotel tematik baru bernama Hotel Tertawa serta proyek akuarium modern berskala besar yang digarap bersama investor dari Malaysia.
Melalui berbagai inovasi tersebut, manajemen Jatim Park Group menargetkan dapat terus menghadirkan pembaruan destinasi wisata secara konsisten.
Perusahaan bahkan menetapkan target menghadirkan minimal tiga wahana baru setiap tahun di berbagai lokasi yang mereka kelola.
“Ini menjadi komitmen kami untuk terus berinovasi dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung yang datang ke Kota Batu,” kata Titik.
Memasuki usia seperempat abad dengan tema “Berkarya untuk Bangsa”, Jatim Park Group menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata nasional sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.












