Magelang, Jadikabar.com – Warga Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di area kebun yang berada di dekat sebuah swalayan, Kamis (12/3/2026) sore.
Korban diketahui berinisial SP (41), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Tegalrejo.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, menjelaskan bahwa identitas korban berhasil diketahui setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Identitas korban sudah kami ketahui. Korban adalah perempuan berinisial SP, usia 41 tahun, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Tegalrejo,” ujar Toyib kepada wartawan di Polresta Magelang, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga korban meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat bangunan swalayan dengan ketinggian sekitar 13,9 meter. Peristiwa tersebut diduga terjadi tanpa diketahui oleh orang di sekitar lokasi.
“Diduga korban jatuh dari lantai empat bangunan swalayan. Saat kejadian tidak ada saksi yang mengetahui secara langsung, sehingga korban tidak segera mendapatkan pertolongan,” jelas Toyib.
Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis bersama petugas Inafis Polresta Magelang, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
“Dari pemeriksaan luar ditemukan adanya cedera pada bagian kepala, leher, dan hidung. Dugaan sementara penyebab kematian adalah akibat cedera pada kepala dan leher,” tambahnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tidak melakukan autopsi terhadap jenazah karena keluarga korban menolak prosedur tersebut. Penolakan disampaikan setelah pihak kepolisian memberikan penjelasan kepada keluarga yang didampingi perangkat desa setempat.
“Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga mengenai kemungkinan autopsi, namun keluarga yang didampingi perangkat desa menolak dilakukan autopsi,” kata Toyib.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, Kapolsek Tegalrejo, AKP Zubaidah, mengatakan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial W (44). Saat itu saksi sedang memperbaiki kandang ayam yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi penemuan dan mencium bau tidak sedap.
“Korban ditemukan sekitar pukul 17.15 WIB dalam kondisi tanpa identitas dan sudah mulai mengeluarkan bau. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Muntilan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Zubaidah.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. (Red)












