BATU, JADIKABAR.COM – Wali Kota Nurochman meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Dusun Banyuning, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Senin (30/3/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Batu dalam memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Dalam kunjungannya, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah daerah akan hadir secara penuh dalam setiap kondisi darurat yang dialami masyarakat, termasuk mempercepat koordinasi lintas instansi.
“Kami memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin, mulai dari pembersihan material, pendataan kerugian warga, hingga langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir ke depan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI/Polri, relawan, serta perangkat desa setempat langsung bergerak melakukan pembersihan material lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga diminta melakukan asesmen teknis terhadap kondisi infrastruktur, termasuk sistem drainase dan aliran sungai di wilayah terdampak.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penyebab banjir dapat diidentifikasi secara akurat, sehingga penanganan jangka panjang dapat dilakukan secara tepat.
Dialog dengan Warga Terdampak
Di sela peninjauan, Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga terdampak untuk mengetahui kondisi di lapangan serta kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Sejumlah warga mengaku membutuhkan bantuan logistik serta percepatan pembersihan lingkungan agar aktivitas sehari-hari dapat segera kembali normal.
Pemerintah Kota Batu menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga.
Wilayah Kecamatan Bumiaji, termasuk Desa Punten, dikenal memiliki kontur geografis perbukitan dengan aliran sungai yang cukup deras saat intensitas hujan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan curah hujan ekstrem turut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.


Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem mitigasi, termasuk normalisasi drainase, penguatan tanggul, serta edukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana.
Pemerintah Kota Batu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
Warga juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif melaporkan potensi risiko bencana kepada pihak berwenang.
Dengan langkah cepat yang dilakukan, Pemerintah Kota Batu berharap proses pemulihan pasca banjir dapat berjalan dengan baik dan aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu singkat.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.












