KUNINGAN, JadiKabar.com– Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama operasional penyediaan dan pengelolaan pangan antara PT. Rumah Tani Nusantara dengan Kelompok Tani Mekarsari, yang berlangsung di Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Silvi Sumanti, Direktur Utama Rumah Tani Nusantara Bahtiar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah, Camat Darma, Kepala Desa Karangsari, serta para petani.
Direktur Utama Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dari program besar pengembangan jagung seluas 2.500 hektare di Kabupaten Kuningan. Saat ini, realisasi tanam telah mencapai 435 hektare dan akan bertambah 50 hektare melalui kerja sama ini.
“Ini bukan sekadar penandatanganan MoU, tetapi awal dari gerakan besar untuk petani. Kami menargetkan 2.500 hektare, dan berharap sebagian besar dapat terealisasi di Kuningan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas jagung memiliki peran strategis tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif seperti bioetanol. Selain itu, kemitraan yang dibangun memberikan kemudahan bagi petani, mulai dari akses permodalan, penyediaan benih, pupuk, hingga jaminan pembelian hasil panen (offtaker) dengan sistem pembayaran langsung.
“Petani tidak perlu lagi memikirkan proses pascapanen. Kami yang akan menangani hingga pembelian, sehingga cash flow petani tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah.
“Ini bukan sekadar kerja sama biasa, tetapi bagian dari upaya besar membangun sistem pangan yang kuat dari hulu hingga hilir. Pangan bukan hanya komoditas, tapi menyangkut kemandirian, stabilitas, dan masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait. Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
Bupati juga mendorong perubahan pola pikir petani agar lebih modern dan profesional, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.
“Kita harus membangun pertanian yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga nilai tambah. Dengan pengolahan yang baik, hasil pertanian akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengapresiasi peran Rumah Tani Nusantara sebagai offtaker yang dinilai mampu menjembatani petani dengan pasar, sekaligus memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Silvi Sumanti, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Ketahanan pangan tidak bisa dicapai jika berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kuat antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha seperti Rumah Tani Nusantara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani, mengingat jumlah petani di Indonesia terus menurun setiap tahun. Menurutnya, kepastian pasar dan jaminan harga menjadi faktor penting untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Kabupaten Kuningan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai daerah lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan












