MALANG, JADIKABAR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum krusial bagi Wali Kota Malang terpilih, Wahyu Hidayat, untuk merefleksikan capaian kinerja serta menuntaskan pekerjaan rumah yang masih tersisa. Dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (1/4/2026).
Wahyu menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Malang telah berhasil mengakselerasi berbagai program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Fokus utama keberhasilan saat ini mencakup penyelesaian data administratif serta program Dasabakti Unggulan yang menjadi prioritas daerah.
“Ini adalah upaya kami untuk merealisasikan janji-janji politik saya bersama Pak Wakil Wali Kota. Kurang lebih satu tahun ini, beberapa hal sudah kita selesaikan, termasuk prioritas yang harus direalisasikan dalam RPJMD,” ujarnya.
Meski mengklaim banyak progres positif, Wahyu tidak menampik bahwa masih ada sejumlah isu krusial yang belum sepenuhnya optimal, terutama terkait infrastruktur perkotaan. Persoalan klasik seperti banjir, penataan parkir, hingga kemacetan di titik-titik strategis Kota Malang masih menjadi tantangan besar.
Wahyu menjelaskan bahwa penyelesaian masalah infrastruktur tersebut tidak bisa dilakukan secara instan atau “simsalabim”. Menurutnya, dibutuhkan tahapan yang sistematis dan berkelanjutan agar solusi yang diberikan tepat sasaran.
“Penyelesaian banjir, parkir, dan macet itu selalu bertahap. Tidak bisa begitu dilantik langsung semua terealisasi, ada pertahapan yang harus kita lakukan. Namun, saat ini semua sedang berproses dengan progres yang sangat baik,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Wahyu menyatakan optimisme bahwa di usia Kota Malang yang ke-112 ini, sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan semakin kuat untuk mencapai target pembangunan. Ia meyakini bahwa seluruh target yang telah disusun bersama Wakil Wali Kota akan mampu direalisasikan sesuai jadwal yang ditentukan.
Acara peringatan di Gedung DPRD ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota legislatif, serta tokoh masyarakat, yang secara kolektif berharap Kota Malang dapat terus bertransformasi menjadi kota yang lebih modern namun tetap nyaman bagi warganya.












