BANGKALAN, JADIKABAR.COM – Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan mulai mengimplementasikan kebijakan strategis terkait efisiensi energi dan pengaturan penggunaan perangkat elektronik (gadget) di lingkungan pendidikan. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas Instruksi Gubernur Jawa Timur dan Nota Dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Penerapan WFH dan Penghematan Listrik
Kasi Cabdin Pendidikan Kasi SMA dan PK-PLK pada Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh. Fauzi, M.Pd. menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sekitar 40% tenaga kerja. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi pejabat struktural eselon 3 dan eselon 4 yang tetap diwajibkan memberikan pelayanan secara langsung di kantor.
Sejalan dengan pengurangan personel di kantor, Cabdin juga memperketat penggunaan sarana prasarana, terutama listrik.
“Kami berupaya semaksimal mungkin mematikan lampu listrik yang tidak perlu. Terutama di malam hari, penggunaan listrik diminimalisir dan AC (pendingin ruangan) dilarang untuk dihidupkan. Walaupun ada jadwal piket malam, tetap ada pembatasan demi efisiensi energi,”Ujarnya Rabu(15/04/2026)
Pengawasan Gadget di Sekolah dan Pesantren
Selain efisiensi energi, sosialisasi mengenai penggunaan gadget di sekolah binaan juga menjadi prioritas. Para pejabat dan pengawas sekolah telah turun ke lapangan untuk memastikan kebijakan ini berjalan.
Meskipun kebijakan ini sudah berjalan, Kasi SMA dan PK-PLK pada Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan mengatakan bahwa hasil konkret berupa angka efisiensi—baik penggunaan listrik, air, maupun dampak penggunaan gadget—baru bisa dilihat pada akhir bulan atau akhir tahun mendatang.
“Saat ini masih tahap awal. Evaluasi akan terus dilakukan oleh teman-teman di lapangan. Untuk angka pasti penghematan listrik dan air biasanya muncul di akhir bulan. Kami berkomitmen agar penggunaan air, listrik, hingga AC benar-benar digunakan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan,”Jelasnya
Langkah efisiensi ini diharapkan dapat menciptakan budaya hemat energi di lingkungan pendidikan Bangkalan sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih sehat bagi para siswa.”Tutupnya. (ED)












