Berita  

Dari Aksi ke Mediasi, Cerita Tak Biasa di Bea Cukai Juanda

Avatar photo
Dari Aksi ke Mediasi, Cerita Tak Biasa di Bea Cukai Juanda
Foto Artikel Dari Aksi ke Mediasi, Cerita Tak Biasa di Bea Cukai Juanda

SIDOARJO,JADIKABAR.COM – Apa jadinya ketika sebuah aksi demonstrasi yang diperkirakan memicu ketegangan justru berubah menjadi ruang dialog yang hangat? Itulah yang terjadi di Kantor Bea Cukai Kanwil Jatim I Juanda, Rabu (22/4/2026).

Pagi itu, suasana di sekitar kantor sudah bersiap menghadapi kemungkinan aksi massa. Aparat keamanan dari berbagai unsur, mulai dari Polresta Sidoarjo, Polsek Gedangan, hingga TNI AL Lanudal Juanda, disiagakan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Namun, skenario yang sempat dibayangkan ramai ternyata tak terjadi.

Alih-alih ratusan orang, hanya sekitar enam orang yang datang menyampaikan aspirasi. Mereka membawa isu dugaan persoalan terkait pita cukai rokok, dengan harapan suara mereka dapat didengar langsung oleh pihak terkait.

Meski jumlahnya jauh dari perkiraan, pendekatan yang dilakukan di lapangan justru mengubah arah situasi. Tidak ada teriakan panjang atau ketegangan berkepanjangan. Yang muncul justru komunikasi.

Perwakilan pendemo dan pihak terkait akhirnya duduk bersama. Dialog pun berlangsung secara terbuka. Aspirasi disampaikan, penjelasan diberikan, dan suasana yang semula berpotensi panas perlahan mencair.

Momen ini kemudian berubah menjadi lebih dari sekadar aksi unjuk rasa. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi—tempat bertemunya sudut pandang yang berbeda dalam suasana yang relatif kondusif.

Pengamanan yang semula disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan massa tetap berlangsung. Aparat berjaga dengan pendekatan humanis, memastikan situasi tetap terkendali tanpa perlu tindakan represif.

Hingga kegiatan berakhir, tidak terjadi insiden berarti. Tidak ada kericuhan, tidak ada eskalasi. Justru yang tertinggal adalah kesan bahwa komunikasi langsung mampu meredam potensi konflik.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa penyampaian aspirasi tidak selalu harus berujung pada ketegangan. Dengan pendekatan dialog, ruang-ruang komunikasi bisa terbuka, bahkan dalam situasi yang awalnya diperkirakan akan memanas.

Di tengah dinamika sosial yang sering diwarnai aksi besar dan sorotan massa, kejadian di Bea Cukai Juanda ini menjadi potret kecil bahwa jalur komunikasi tetap memiliki tempat—dan kadang, hasilnya justru lebih efektif.

Penulis: SultonEditor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi