Kerinci, JADIKABAR.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kerinci selama tiga hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah setelah banjir merendam puluhan rumah warga sejak Jumat malam hingga Minggu pagi.
Hingga saat ini, genangan air masih belum surut. Bahkan menurut warga setempat, ketinggian air terus bertambah dan membuat aktivitas masyarakat lumpuh total.
Banjir yang terjadi tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menutup akses jalan utama Kabupaten Kerinci jalur Koto Lanang menuju Simpang Belui. Jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan karena tinggi air mencapai sekitar 80 sentimeter.
Sejak Jumat malam, air mulai masuk ke rumah-rumah warga dan terus bertahan hingga Minggu pagi. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, bahkan banyak warga tidak bisa keluar rumah.
Beberapa keluarga terpaksa bertahan di dalam rumah sambil menunggu air surut. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena banjir terjadi saat sebagian warga masih beraktivitas rutin untuk bekerja dan bersekolah.
Warga menyebut, hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kerinci menjadi penyebab utama meluapnya aliran air hingga masuk ke permukiman.
Ruas jalan utama Koto Lanang–Simpang Belui yang menjadi jalur penting bagi mobilitas warga juga terdampak cukup parah. Genangan air yang tinggi membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas dengan aman.
Akibatnya, akses distribusi barang, aktivitas ekonomi, dan perjalanan warga menuju pusat kota ikut terganggu.
Situasi ini menambah beban masyarakat yang sudah terdampak langsung oleh banjir di rumah masing-masing.
Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Zidan, salah seorang warga Desa Lubuk Suli, meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga dan memberikan bantuan darurat.
Menurutnya, saat ini warga sangat membutuhkan bantuan, terutama kebutuhan pokok dan perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami minta Pemkab Kerinci turun ke lokasi banjir di Desa Lubuk Suli. Saat ini warga sulit keluar rumah karena air sangat dalam. Kami juga berharap ada bantuan untuk korban banjir,” ujarnya.
Kabupaten Kerinci dikenal sebagai salah satu wilayah dengan curah hujan cukup tinggi, terutama saat musim penghujan. Beberapa desa yang berada di dataran rendah kerap menjadi langganan banjir ketika hujan turun dalam intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut.
Desa Lubuk Suli termasuk salah satu kawasan yang cukup rentan terdampak genangan air karena sistem drainase dan aliran air yang belum maksimal saat debit hujan meningkat.
Setiap tahun, persoalan banjir musiman menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada ekonomi, pendidikan, dan keselamatan warga.
Karena itu, masyarakat berharap penanganan jangka panjang seperti normalisasi saluran air dan perbaikan drainase dapat menjadi prioritas pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah cepat dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membantu penanganan banjir.
Masyarakat berharap bantuan logistik, evakuasi jika diperlukan, serta upaya penanganan darurat dapat segera dilakukan agar dampak banjir tidak semakin meluas.
Pewarta: Harpai












