MAGELANG, JADIKABAR – Pemerintah Kabupaten Magelang resmi mendeklarasikan gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayahnya, Jumat (01/05/2026).
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudianto, menyampaikan bahwa kondisi geografis Magelang yang dikelilingi gunung serta dialiri sejumlah sungai besar menjadikan daerah ini memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.
“Di satu sisi memberikan kesuburan, namun di sisi lain menyimpan potensi risiko bencana seperti erupsi gunung, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” Jelas David.
Melalui program Kencana, pemerintah daerah berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana hingga ke level kecamatan. Menurutnya, kecamatan memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam koordinasi, fasilitasi, sekaligus penggerak sumber daya yang paling dekat dengan masyarakat.
“Jika kecamatan tangguh, maka respons awal saat terjadi bencana akan jauh lebih cepat dan terukur,” tegasnya kembali.
Ia juga menegaskan kepada para camat agar tidak sekadar berhenti pada tahap deklarasi. Pemerintah meminta forum pengurangan risiko bencana diaktifkan kembali, jalur evakuasi dipastikan siap digunakan, serta edukasi kepada masyarakat dilakukan secara berkala.
Selain itu, Pemkab Magelang mendorong percepatan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kebencanaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
David menyebutkan, terdapat tiga indikator utama yang menjadi fokus, yakni pelayanan informasi daerah rawan bencana, peningkatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan melalui pelatihan rutin, serta kesiapan penyelamatan dan evakuasi korban dengan dukungan sarana dan prasarana yang siaga selama 24 jam.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah daerah mengandalkan strategi kolaborasi melalui konvergensi anggaran, pemanfaatan teknologi sistem peringatan dini, serta pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan mitigasi bencana.












