Berita  

Surat Bocah Sidoarjo Ini Sampai ke Presiden Prabowo, Isinya Bikin Haru

Avatar photo
Surat Bocah Sidoarjo Ini Sampai ke Presiden Prabowo, Isinya Bikin Haru
Wakil Bupati Sidoarjo memberikan apresiasi kepada Muhammad Marfen atas keberaniannya menyampaikan aspirasi lewat surat.

Jadikabar.com – Suasana sederhana di MI Darussalam Sugihwaras mendadak menjadi perhatian banyak orang. Bukan karena perlombaan besar atau kunjungan pejabat nasional, melainkan karena sebuah surat sederhana yang ditulis tangan oleh seorang siswa kelas V-D bernama Muhammad Marfen.

Surat itu berisi ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini dirasakan langsung di sekolahnya.

Tak disangka, surat tersebut benar-benar sampai ke tangan Presiden dan bahkan dibaca langsung saat kunjungan kerja Presiden di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Momen itulah yang kemudian membuat nama Muhammad Marfen menjadi perhatian publik, sekaligus menghadirkan rasa bangga bagi masyarakat Sidoarjo.

Di usianya yang masih belia, Marfen menuliskan isi hatinya dengan polos namun penuh makna.

Ia hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih karena kini dirinya dan teman-teman sekolah dapat menikmati makanan bergizi gratis setiap hari di sekolah.

Program MBG sendiri memang menjadi salah satu program nasional yang bertujuan membantu pemenuhan gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung kualitas pendidikan.

Dalam sejarahnya, persoalan gizi anak sekolah menjadi perhatian penting pemerintah Indonesia sejak lama. Berbagai program makanan tambahan pernah diterapkan di sejumlah daerah, namun Program Makan Bergizi Gratis kini menjadi salah satu langkah besar pemerintah pusat untuk menjangkau lebih banyak siswa di berbagai wilayah.

Di tengah program besar tersebut, surat kecil dari seorang siswa MI di Sidoarjo justru menghadirkan sisi humanis yang menyentuh banyak hati.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kepedulian seorang anak, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, datang langsung mengunjungi MI Darussalam Sugihwaras, Senin (18/5/2026).

Dalam kunjungannya, ia bertemu langsung dengan Muhammad Marfen yang kini menjadi perhatian masyarakat karena keberaniannya menyampaikan aspirasi kepada Presiden.

Menurut Mimik Idayana, tindakan Marfen menjadi contoh positif bagi anak-anak lain agar berani menyampaikan pendapat dengan cara santun dan baik.

“Ini menjadi contoh yang sangat baik bagi anak-anak lainnya. Marfen berani menyampaikan rasa terima kasih dan aspirasinya secara langsung kepada Presiden melalui surat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai membantu tumbuh kembang anak-anak sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Namun demikian, ia menilai evaluasi tetap perlu dilakukan agar menu makanan sesuai dengan kebutuhan dan selera anak-anak sehingga tidak terbuang sia-sia.

“Surat Cinta” untuk Evaluasi Menu Makanan

Dalam kesempatan tersebut, Mimik Idayana juga melontarkan ide menarik berupa konsep “surat cinta” bagi siswa sekolah.

Lewat cara itu, anak-anak bisa menyampaikan masukan tentang menu makanan yang mereka sukai maupun kurang diminati.

“Nanti kalau ada menu yang kurang disukai, anak-anak bisa menyampaikan lewat surat cinta,” katanya.

Gagasan tersebut dinilai menjadi pendekatan unik agar anak-anak terbiasa menyampaikan pendapat dengan baik sejak dini.

Di balik surat sederhana itu, ternyata tersimpan mimpi besar seorang anak.

Di akhir suratnya, Muhammad Marfen menuliskan harapannya untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden dan mengikuti upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara.

“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV,” tulisnya.

Harapan sederhana itu kini mulai membuka peluang baru bagi Marfen.

Sebagai bentuk dukungan, Mimik Idayana menyatakan Pemkab Sidoarjo siap memberikan pendampingan apabila nantinya Marfen mendapat undangan resmi dari Presiden RI.

Kisah Muhammad Marfen menjadi pengingat bahwa keberanian dan ketulusan tidak selalu lahir dari panggung besar.

Kadang, sebuah surat tulisan tangan dari ruang kelas sederhana justru mampu mengetuk perhatian hingga ke Istana Negara.

Dan dari MI kecil di Sugihwaras itu, seorang anak telah menunjukkan bahwa suara sederhana pun bisa sampai kepada pemimpin negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi