Begini Desain Flyover Gedangan, Jadi Kunci Atasi Kemacetan Bertahun-tahun

Avatar photo
Begini Desain Flyover Gedangan, Jadi Kunci Atasi Kemacetan Bertahun-tahun
Foto Istimewa Artikel Begini Desain Flyover Gedangan, Jadi Kunci Atasi Kemacetan Bertahun-tahun

SIDOARJO, JADIKABAR.COM – Harapan masyarakat untuk terbebas dari kemacetan kronis di kawasan Perempatan Gedangan perlahan mulai menemukan titik terang. Salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan, yakni pembangunan Flyover Gedangan, kini memasuki tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat seluruh proses administrasi, mulai dari penyempurnaan desain hingga pembebasan lahan, agar proyek strategis tersebut dapat direalisasikan pada 2027.

Perkembangan terbaru dipaparkan dalam rapat yang digelar di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Jumat (26/6/2026). Dalam kesempatan itu, pemerintah menampilkan desain detail serta simulasi tiga dimensi (3D) Flyover Gedangan yang akan menjadi salah satu ikon baru transportasi di Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan seluruh tahapan perencanaan telah berjalan sesuai jadwal. Dokumen Detail Engineering Design (DED) telah selesai disusun, sementara proses pembebasan lahan terus dipercepat.

“Perencanaan sudah selesai, DED juga sudah. Saat ini proses pembebasan lahan sedang berjalan dan sosialisasi kepada masyarakat juga telah dilakukan,” ujar Subandi.

Menurutnya, proses appraisal atau penilaian harga tanah ditargetkan rampung pada Juli 2026 sehingga pembayaran ganti rugi dapat dilakukan pada Agustus mendatang.

Dengan demikian, seluruh lahan yang dibutuhkan diharapkan telah siap pada akhir tahun ini sehingga pembangunan fisik dapat dimulai sesuai target.

Pemkab Sidoarjo juga telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp200 miliar melalui APBD 2026. Namun kebutuhan total pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar.

Kekurangan anggaran tersebut rencananya akan dipenuhi melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.

“Kami terus mengawal seluruh proses agar pembangunan Flyover Gedangan bisa direalisasikan pada tahun 2027 sehingga kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat benar-benar teratasi,” kata Subandi.

Perempatan Gedangan merupakan salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kabupaten Sidoarjo. Setiap hari ribuan kendaraan pribadi, angkutan barang, bus antarkota, hingga kereta api melintasi kawasan tersebut.

Keberadaan perlintasan sebidang kereta api selama bertahun-tahun menjadi penyebab utama antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk ketika pintu perlintasan harus ditutup untuk memberikan prioritas perjalanan kereta.

Kondisi tersebut tak hanya memperlambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi barang menuju Surabaya maupun wilayah selatan Jawa Timur.

Karena itu, pembangunan flyover dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Meski progres terus berjalan, pemerintah mengakui masih terdapat beberapa aspek teknis yang perlu disempurnakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, M. Mahmud, menjelaskan desain flyover masih akan dibahas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Salah satu perhatian utama ialah keberadaan Stasiun Gedangan yang berada tidak jauh dari lokasi pembangunan.

Selain itu, Pemkab juga mengusulkan agar area di bawah flyover nantinya dilengkapi taman dan ruang terbuka hijau sehingga tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga mempercantik wajah kota.

“Kami ingin bagian bawah flyover ditata lebih estetik dengan taman sehingga kawasan ini menjadi lebih nyaman dan hijau,” jelas Mahmud.

Pemerintah juga mengusulkan pelebaran jalur putar balik karena kawasan tersebut sering dilintasi kendaraan besar seperti truk dan tronton.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah tinggi konstruksi flyover. Penyesuaian diperlukan karena jalur kereta api Gedangan direncanakan menjadi double track pada 2029.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Sidoarjo akan membebaskan 105 bidang tanah.

Ruas flyover direncanakan membentang mulai dari kawasan dekat Bank BCA di sisi utara hingga mendekati pertigaan Puri Surya Jaya.

Dengan panjang lintasan tersebut, flyover diharapkan mampu menghilangkan hambatan lalu lintas akibat perlintasan kereta api sekaligus memperlancar konektivitas antarkawasan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Flyover Gedangan akan menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar yang dibangun Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir sekaligus menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang lebih lancar, aman, dan modern.

Penulis: Ryo Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi