SEMARANG, JADIKABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Jawa Tengah tidak sekadar menjadi organisasi tempat berkumpulnya para pengusaha perempuan, tetapi juga menjadi kekuatan strategis untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Iwapi Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya organisasi pengusaha untuk memberikan dampak nyata terhadap perkembangan dunia usaha. Menurutnya, keberadaan Iwapi dengan jaringan yang tersebar di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk ikut mendorong pertumbuhan UMKM.
“Usahanya Iwapi kan banyak. UMKM kita harus dikembangkan,” ujar Ahmad Luthfi.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting di tengah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Penguatan usaha kecil tidak hanya membutuhkan akses permodalan, tetapi juga peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pemasaran, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
Karena itu, organisasi seperti Iwapi dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu anggotanya sekaligus mendorong UMKM di daerah agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ahmad Luthfi berharap Iwapi Jawa Tengah tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi secara administratif. Lebih dari itu, berbagai program organisasi diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh anggota dan masyarakat.
Menurutnya, aktivitas organisasi perlu diarahkan pada program yang memiliki hasil terukur, terutama dalam mendukung pengembangan usaha dan membangun kemandirian ekonomi.
Harapan tersebut sejalan dengan kebutuhan UMKM saat ini yang semakin dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Persaingan usaha tidak lagi hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga semakin terbuka seiring berkembangnya perdagangan digital.
UMKM yang mampu meningkatkan kualitas produk dan memanfaatkan teknologi digital memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar. Sebaliknya, pelaku usaha yang tidak mampu beradaptasi berpotensi menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya.
Karena itu, penguatan organisasi pengusaha perempuan diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gubernur juga mendorong agar Iwapi Jawa Tengah mampu memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Dengan jaringan yang semakin kuat, program pengembangan usaha diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di berbagai wilayah.
Ketua DPD Iwapi Jawa Tengah, Ning Wahyu Astutik, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya saat ini memiliki kepengurusan di 35 kabupaten/kota serta sekitar 30 ranting di tingkat kecamatan.
Jaringan tersebut menjadi modal penting bagi Iwapi Jawa Tengah dalam menjalankan program pemberdayaan pengusaha perempuan dan pengembangan UMKM.
Dengan cakupan organisasi yang luas, Iwapi memiliki peluang untuk mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor, membangun jejaring bisnis, serta membuka ruang kolaborasi antarpelaku UMKM.
Ning Wahyu juga menyampaikan bahwa kepengurusan mendatang akan diperkuat dengan 13 wakil ketua. Penambahan struktur tersebut diharapkan dapat mendukung proses kaderisasi sekaligus memperkuat pembagian tugas dalam menjalankan program organisasi.
Penguatan kaderisasi menjadi salah satu aspek penting bagi keberlanjutan organisasi. Dengan regenerasi yang berjalan baik, organisasi diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pengusaha perempuan yang memiliki kapasitas dan daya saing.
Salah satu program yang disiapkan Iwapi Jawa Tengah adalah pameran produk UMKM anggota. Kegiatan tersebut rencananya digelar selama sepekan di Mal Ciputra Kota Semarang.
Pameran tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk anggota kepada masyarakat sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) Iwapi akan diminta melakukan kurasi terhadap produk UMKM yang akan ditampilkan. Masing-masing DPC direncanakan memilih enam produk unggulan untuk dipromosikan dalam kegiatan tersebut.
Langkah kurasi dinilai penting untuk memastikan produk yang ditampilkan memiliki kualitas dan daya tarik yang mampu bersaing di pasar.
Pameran juga dapat menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM dengan konsumen. Selain meningkatkan penjualan, kegiatan tersebut berpotensi membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha lain maupun calon mitra bisnis.
Bagi UMKM, akses pasar merupakan salah satu tantangan yang tidak kalah penting dibandingkan akses permodalan. Produk yang baik membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat dikenal dan diterima konsumen.
Karena itu, kegiatan pameran di pusat perbelanjaan seperti Mal Ciputra dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih beragam.
Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Sektor ini memiliki peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan aktivitas perdagangan, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
Di sisi lain, perempuan juga memiliki peran yang semakin besar dalam dunia kewirausahaan. Banyak usaha yang berkembang dari skala rumahan kemudian tumbuh menjadi bisnis dengan jangkauan pasar yang lebih luas.
Melalui penguatan organisasi dan jaringan usaha, Iwapi Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mempertemukan berbagai potensi tersebut.
Pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah dan jajaran DPD Iwapi Jateng pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi pengusaha.
Dengan jaringan kepengurusan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, Iwapi Jateng memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pengembangan UMKM. Tantangannya adalah memastikan setiap program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas, pemasaran, dan kemandirian ekonomi para pelaku usaha.
Dorongan Gubernur Ahmad Luthfi agar Iwapi memperkuat UMKM menjadi penanda bahwa pengembangan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan ekosistem, sementara organisasi pengusaha dapat menjadi penghubung sekaligus penggerak bagi pelaku usaha.
Jika sinergi tersebut dapat berjalan konsisten, UMKM di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun global.












