Bangkalan, JADIKABAR – Jurnalis dan Wartawan se Kabupaten Bangkalan menyatakan sikap dukungan terhadap pelaporan oleh beberapa organisasi wartawan di tingkat pusat kepada pengacara Hotman Paris Hutapea yang dinilai telah menghina dan melecehkan profesi insan pers.
Puluhan Insan Pers yang tergabung dalam 5 organisasi wartawan yaitu Aliansi Jurnalis Bangkalan (AJB), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan, Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangkalan dan Wartatama mendatangi Polres Bangkalan, Kamis (23/07/26).
Mereka mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera memproses secara transparan kasus penghinaan yang dilakukan oleh pengacara Hotman Paris.
Sebagai bentuk dukungan seluruh wartawan Bangkalan dan Kapolres Bangkalan menandatangani pernyataan sikap dan kecaman terhadap Hotman Paris.
Adapun pernyataan sikap yang dibuat oleh wartawan se Bangkalan sebagai berikut:
1. Mendesak proses hukum kasus dugaan penghinaan profesi wartawan oleh Hotman Paris segera di proses tuntas, transparan dan objektif.
2. Meminta Polda Metro Jaya segera menetapkan Hotman Paris Hutapea sebagai tersangka
3. Meminta Kapolres Bangkalan menyampaikan langsung desakan wartawan se Bangkalan ke Polda Metro Jaya dan dibuktikan dengan dokumentasi
4. Meminta Hotman Paris menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalu konferensi pers
5. Penghinaan pada profesi wartawan adalah bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik
6. Mengutuk keras segala bentuk penghinaan kepada insan pers
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo yang didampingi Kasat Intel, Kasatreskrim dan Kasi Humas menyatakan, bahwa pihaknya akan menampung segala bentuk aspirasi dari Wartawan se Bangkalan.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan Polda Jatim terkait mekanisme penyampaian ke tingkat pusat,” ujar AKBP Wibowo.
Ini merupakan bentuk solidaritas profesi yang dilakukan oleh wartawan dan patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Sehingga Polres Bangkalan akan mendukung seluruh proses sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Mudah-mudahan apa yang telah terjadi ini bisa dijadikan sebagai pelajaran dan evaluasi agar tidak menimbulkan dinamika di masa yang akan datang,”Tutupnya












