Malang, JadiKabar. Com– Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. meminta jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang meningkatkan kinerja dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, serta solutif.
Pesan tersebut disampaikan Sanusi saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan administrator serta jabatan fungsional, sekaligus pengukuhan kepala sekolah TK, SD, dan SMP di lingkungan Pemkab Malang. Kegiatan berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (3/8/2026) siang.
Dalam agenda tersebut, sebanyak 166 pejabat menerima amanah baru. Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si.
Sanusi yang akrab disapa Abah Sanusi mengatakan, pergantian maupun pengisian jabatan merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi pemerintahan. Menurutnya, regenerasi birokrasi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas aparatur agar mampu mengikuti tuntutan pembangunan yang semakin kompleks.
“Jabatan bukan sekadar kewenangan, tetapi ruang pengabdian dengan tanggung jawab yang lebih besar. Setiap keputusan yang diambil akan memberikan dampak kepada masyarakat,” ujar Sanusi.
Karena itu, ia meminta pejabat yang baru dilantik tidak hanya menjalankan pekerjaan berdasarkan tugas pokok dan fungsi. Aparatur juga dituntut mampu membaca persoalan, mencari solusi, sekaligus menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerjanya.
Sanusi juga kembali mengingatkan pentingnya menerapkan budaya kerja 5K, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja prestasi.
“Jangan hanya bekerja secara administratif. Jadilah problem solver, penggerak perubahan, serta mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan,” tegasnya.
Sejumlah pejabat juga mengalami pergeseran posisi dalam pelantikan tersebut. Camat Tajinan Franky Sukandari dipercaya menjadi Camat Jabung. Sementara jabatan Camat Tajinan selanjutnya ditempati Wirawan yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Lawang.
Perubahan juga terjadi pada posisi Kepala Bagian Perekonomian. Tetuko Luhur Setyo Bathoro mendapat tugas baru sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang. Posisinya kemudian diisi Samsul Kahar yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Bapenda Kabupaten Malang.
Selanjutnya, Nurul Sri Utami, S.Pd., M.M., dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang setelah sebelumnya menjabat Kepala Bidang Sekolah Menengah (SMP/Sekmen) pada dinas yang sama.
Di sektor pendidikan, sejumlah kepala sekolah TK, SD, dan SMP juga dikukuhkan. Salah satunya Diah Muninggar yang mendapat amanah sebagai Kepala SD Negeri 1 Sumbersuko, Kecamatan Wagir.
Lebih lanjut, Sanusi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari kualitas birokrasi. Terlebih, arah pembangunan Kabupaten Malang telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2025-2029 yang memuat berbagai target strategis.
Target tersebut, kata dia, harus diterjemahkan setiap perangkat daerah menjadi program dan kegiatan yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan kesejahteraan, penguatan daya saing daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, hingga terwujudnya pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
“Setiap pejabat harus mampu menerjemahkan visi pembangunan ke dalam program, kegiatan, dan hasil kerja yang terukur. Jangan sampai kita terjebak pada pola pikir administratif semata,” katanya.
Ia juga menyoroti perubahan ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah. Kemudahan memperoleh informasi membuat masyarakat semakin kritis dalam menilai kinerja pelayanan publik.
Masyarakat, lanjut Sanusi, tidak hanya melihat apakah prosedur telah dijalankan, tetapi juga memperhatikan seberapa cepat pemerintah merespons persoalan, ketepatan penyelesaian masalah, serta transparansi dan keramahan dalam memberikan pelayanan.
Untuk itu, ia mengajak ASN yang baru menerima amanah untuk menjadikan masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas. Budaya birokrasi yang lambat, berbelit-belit, maupun saling melempar tanggung jawab harus ditinggalkan.
“Bangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, berani melakukan perbaikan, dan selalu berorientasi pada solusi. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan yang cepat, pekerjaan yang tuntas, dan ketulusan dalam melayani,” tuturnya.
Khusus kepada para kepala sekolah yang dikukuhkan, Sanusi berpesan agar mampu menjadi motor peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan satuan pendidikan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik.
Ia meminta lingkungan sekolah dikembangkan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, inovatif, dan menyenangkan. Kepala sekolah juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi guru, memberikan inspirasi kepada siswa, serta membangun hubungan positif dengan orang tua dan masyarakat.
“Pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi untuk membentuk sumber daya manusia Kabupaten Malang yang unggul dan memiliki daya saing,” katanya.
Menutup arahannya, Sanusi mengingatkan seluruh pejabat bahwa jabatan merupakan amanah yang sewaktu-waktu dapat berakhir. Namun, integritas, dedikasi, dan karya selama menjalankan tugas akan menjadi bagian dari jejak pengabdian.
“Bekerjalah dengan hati, berpikirlah dengan visi, bertindaklah dengan integritas, dan berikan karya terbaik bagi Kabupaten Malang,” pungkasnya.












