BANGKALAN, JADIKABAR.COM – Tongkat estafet kepemimpinan di Polres Bangkalan resmi berganti. AKBP Hendro Sukmono secara resmi menyerahkan jabatan Kapolres Bangkalan kepada AKBP Wibowo dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat pada hari Selasa (13/1/2026).
AKBP Wibowo merupakan perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2005. Menariknya, ia dan Kapolres sebelumnya adalah rekan satu angkatan yang pernah bertugas bersama di jajaran Polda Jawa Timur. Dalam sambutan perdananya, Wibowo menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan di wilayah tersebut.
“Program-program dan kebijakan yang telah dirintis Kapolres sebelumnya akan kami lanjutkan dan perkuat,”Ujarnya AKBP Wibowo usai prosesi sertijab.
Lahir di Nganjuk, AKBP Wibowo bukanlah orang baru di wilayah Jawa Timur. Setelah lulus Akpol, ia mengawali pengabdiannya di Polda Jatim sebelum menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Karier lapangannya tergolong matang dengan pengalaman selama 11 tahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, termasuk saat menjabat sebagai Kasat Lantas.
Sebelum mendarat di Bangkalan, ia sempat menjabat sebagai KBO Ditlantas Polda NTT dan kembali ke Polda Jatim sebagai Kabag Ops. Berbekal latar belakang yang kuat di bidang operasional dan lalu lintas, ia berjanji akan memimpin Polres Bangkalan dengan prinsip profesionalitas yang tetap mengedepankan sisi humanis.
Sebagai pimpinan baru di wilayah yang dikenal sebagai “Kota Dzikir dan Sholawat”, suami dari Tifani Wibowo ini menyadari pentingnya adaptasi budaya. Ia berencana menyelaraskan kebijakan pusat dengan kearifan lokal masyarakat Madura.
“Kebijakan kepolisian di Bangkalan akan kami selaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat, sekaligus disesuaikan dengan dinamika sosial dan budaya masyarakat setempat,”Tuturnya.
Di sisi lain, AKBP Hendro Sukmono menyampaikan pesan mendalam bagi masyarakat Bangkalan sebelum meninggalkan posisinya. Ia menekankan pentingnya kerukunan dan komunikasi dalam menyelesaikan setiap konflik demi menjaga martabat daerah.
“Penyelesaian masalah dengan komunikasi yang baik sangat penting untuk menghindari kerusakan nama baik Bangkalan. Dengan suasana yang nyaman, Bangkalan akan menarik investor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”Tutupnya. (Red)












