MALANG, JADIKABAR.COM – Kabupaten Malang dipastikan menjadi lokasi percontohan (pilot project) program Migran Center yang digagas Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Program tersebut direncanakan akan resmi diluncurkan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026 oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Kepastian tersebut disampaikan Deputi I Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, saat melakukan kunjungan kerja dan bertemu Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib di ruang kerja Wabup, Jumat (6/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Leontinus menjelaskan bahwa pelaksanaan Migran Center sempat tertunda pada 2025 karena penyesuaian teknis, administratif, dan regulasi. Namun seluruh aspek tersebut kini dinyatakan telah siap untuk direalisasikan pada 2026.
“Secara teknis, administratif, dan regulasi sudah clear. Insya Allah pasca hari raya, Pilot Project Migran Center akan dilaunching oleh Menko PM,” ujar Leontinus.
Program Migran Center dirancang berbasis kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan perguruan tinggi sebagai mitra pendamping. Kemenko PM akan menggandeng Universitas Brawijaya sebagai pendamping awal pelaksanaan program.
Menurut Leontinus, pelibatan lembaga pendidikan merupakan bagian dari mekanisme regulasi agar program berjalan profesional dan berbasis kajian akademik.
“Secara aturan memang harus melibatkan lembaga pendidikan. Namun mekanismenya tidak permanen harus satu kampus. Nanti bisa bergiliran, seperti UM, Unira, atau Stikes Kepanjen juga berkesempatan menjadi mitra pendamping,” jelasnya.
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyambut positif kepastian pelaksanaan program tersebut. Ia mengaku lega karena Kabupaten Malang tetap menjadi lokasi pilot project setelah sebelumnya sempat muncul kekhawatiran penundaan.
“Alhamdulillah akhirnya mendapat kepastian. Saya sempat khawatir pilot project ini gagal di Kabupaten Malang karena sudah memasuki awal 2026. Saya beberapa kali menanyakan realisasi program ini kepada Menko PM,” kata Lathifah.
Ia berharap Migran Center mampu memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor pekerja migran.
“Semoga program ini membawa dampak peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang, khususnya bagi pekerja migran,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem ketenagakerjaan, Kabupaten Malang juga telah ditetapkan sebagai lokasi program SMK Go Global dari Kemenko PM. Program ini akan menyusul setelah peluncuran Migran Center.
Kedua program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, perlindungan pekerja migran, serta daya saing tenaga kerja daerah di pasar internasional.












