MALANG, JADIKABAR | Stadion Gajayana Malang kembali menjadi pusat perhatian lewat gelaran Festival Mbois 11. Mengusung tajuk “Sound of Malang Menyala”, acara yang berlangsung mulai Jumat (21/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026) ini menghadirkan perpaduan musik, kreativitas, dan semangat arek Malang.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari Begundal Lowokwaru, band kenamaan asal Malang. Kehadiran grup tersebut membuat atmosfer Stadion Gajayana semakin semarak.
Hentakan musik dan aksi panggung Begundal Lowokwaru disambut antusias penonton. Lagu-lagu yang dibawakan mampu mengajak penonton bernyanyi dan menikmati malam dalam suasana penuh energi.
Bagi warga Malang, kehadiran band lokal di panggung besar seperti Festival Mbois 11 memiliki arti tersendiri. Selain menjadi hiburan, momentum tersebut dinilai mampu memperkenalkan sekaligus menguatkan identitas Malang sebagai kota yang memiliki ekosistem musik dan kreativitas.
Hal itu disampaikan Bayu, salah satu penonton yang mengaku sebagai arek Malang sekaligus pendukung Arema. Menurutnya, Festival Mbois 11 menghadirkan hiburan yang menarik karena memberikan ruang bagi musisi asli Malang untuk tampil di hadapan masyarakat.
“Acara seru, bintang tamunya keren, band asli Malang, jadi bisa angkat image Malang kota kreatif,” ujar Bayu
Menurut Bayu, tampilnya musisi lokal dalam festival seperti ini menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa Malang memiliki talenta musik yang layak mendapatkan panggung lebih luas.
Festival Mbois 11 juga menjadi semakin istimewa karena digelar bertepatan dengan momentum 100 tahun Stadion Gajayana Malang. Stadion yang menjadi salah satu ikon Kota Malang tersebut telah melewati perjalanan panjang dan hingga kini masih aktif digunakan.
Usia satu abad menjadikan Stadion Gajayana bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan bagian dari sejarah dan ingatan kolektif masyarakat Malang. Berbagai aktivitas masyarakat, termasuk olahraga, seni, musik, hingga kegiatan kreatif, telah menjadikan stadion tersebut sebagai salah satu ruang publik penting di Kota Malang.
Melalui “Sound of Malang Menyala”, semangat satu abad Stadion Gajayana dipertemukan dengan energi generasi muda dan perkembangan industri kreatif. Panggung musik menjadi medium untuk merayakan sejarah sekaligus menunjukkan bahwa ruang bersejarah tetap dapat hidup dan relevan dengan zaman.
Festival Mbois 11 masih akan berlangsung hingga 23 Agustus 2026. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, gelaran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kreatif serta mengangkat potensi musisi dan pelaku seni lokal.
Bagi arek Malang seperti Bayu, hadirnya band asli Malang di panggung Festival Mbois 11 menjadi bukti bahwa kreativitas lokal memiliki tempat untuk terus berkembang.
“Sound of Malang Menyala” pun bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi menjadi perayaan identitas kota dari sejarah Stadion Gajayana hingga semangat kreatif generasi Malang hari ini.












