Berita  

Sungai, Upaya Cegah Banjir dan Jaga Ekosistem Air

Avatar photo
Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material limbah yang menyumbat aliran sungai di kawasan Gedangan.
Foto: Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material limbah yang menyumbat aliran sungai di kawasan Gedangan.

Sidoarjo, JADIKABAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah sungai. Selain melakukan pengerukan pendangkalan (normalisasi), kegiatan rutin pengangkatan sampah di aliran sungai juga menjadi agenda penting Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo.

petugas dari PUBMSDA melakukan pembersihan di saringan saluran Mangetan Kanal Desa Keboan Anom, Kecamatan Gedangan. Kegiatan ini bukan pekerjaan ringan, tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, ranting, hingga potongan bambu menumpuk di saringan dan menyumbat aliran air. Alat berat pun dikerahkan untuk mengangkat material tersebut.

Setiap kali pengerjaan, sedikitnya satu truk sampah berhasil diangkut dari lokasi. Saringan Mangetan Kanal sendiri berfungsi penting: menahan sampah sebelum masuk ke kanal utama. Bila tersumbat, air mudah meluap ke permukiman warga, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan padat penduduk seperti Gedangan.

“Pengerukan sampah ini rutin kami lakukan seminggu sekali agar aliran sungai tetap lancar. Kalau dibiarkan menumpuk, air bisa meluap dan menyebabkan banjir,” ujar Dwi Eko Saptono, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari sistem lingkungan yang sehat.

“Kalau sungainya terawat, bersih, dan tidak dangkal, potensi banjir bisa ditekan. Kami ingin warga merasakan manfaat langsung dari lingkungan yang bersih,” tuturnya.

Sungai-sungai di Sidoarjo sejak masa kolonial Belanda berfungsi vital sebagai jalur irigasi dan pengairan sawah. Seiring pertumbuhan penduduk dan industrialisasi, sungai kini juga menjadi saluran drainase utama kota. Sayangnya, perubahan gaya hidup membuat kebersihan sungai terancam. Limbah rumah tangga dan plastik menjadi momok yang terus dihadapi.

Program rutin pembersihan kanal seperti di Mangetan ini menjadi bagian dari gerakan besar normalisasi sungai yang sudah berjalan sejak 2023. Melalui program itu, Pemkab berharap keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan bisa tetap terjaga.

Kendati upaya pemerintah terus digencarkan, perilaku masyarakat masih menjadi tantangan. Masih ada warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai. Karena itu, Pemkab Sidoarjo terus melakukan sosialisasi dan edukasi lingkungan, mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir.

“Bersihnya sungai bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Bupati Subandi.

Melalui gotong royong antara pemerintah dan masyarakat, Sidoarjo menargetkan bebas dari genangan dan banjir di titik-titik rawan pada 2026 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *