SIMALUNGUN, JADIKABAR.COM – Jadikabar.Com — Rangkaian ziarah nasional dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun Tahun 2026 resmi ditutup dengan penuh khidmat melalui kunjungan ke makam Raja Siantar Sang Naualuh Damanik di Bengkalis, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang sarat makna sejarah dan budaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, didampingi Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga.
Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Simalungun disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Hadir mendampingi antara lain Staf Ahli Bidang SDM BPK Bengkalis Johan Syah Syafri, Asisten I Andris Wasono, Sekretaris Disparbudpora Reza Noverindra, serta sejumlah pejabat dan staf lainnya.
Dalam rombongan ziarah tersebut, Bupati Simalungun turut didampingi sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Di antaranya Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Kepala BPKSDM Jhon Rismantua Damanik, Kepala Dinas Budparekraf Frengki Purba, Kepala Dinas PUTR Hotbinson Damanik, Plt Kepala Dinas Pendidikan Friz Ueki Damanik, serta Plt Kepala Dinas Kominfo Akbar P. Siregar.
Kehadiran para pemangku adat Simalungun, termasuk perwakilan Tumpuan Damanik Boru Panoggolan Siantar – Simalungun serta para ahli waris Raja Siantar, semakin memperkuat nuansa adat dan kearifan lokal dalam prosesi ziarah tersebut.
Dalam suasana hening dan penuh penghormatan di kompleks pemakaman, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap jasa para leluhur yang telah berjuang membangun tanah Simalungun.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan para raja terdahulu harus terus diwariskan kepada generasi masa kini.
“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pengorbanan para leluhur dalam membangun tanah Simalungun,” ujar Bupati dalam keterangannya kepada wartawan di lokasi kegiatan.
Bupati juga berharap melalui kegiatan ziarah ini, seluruh masyarakat Simalungun dapat semakin memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan budaya daerah.
Ia menambahkan bahwa doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi berkah bagi kemajuan Kabupaten Simalungun ke depan.
“Semoga melalui ziarah ini kita semua memperoleh berkah, semakin memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan budaya, serta menumbuhkan semangat untuk melanjutkan perjuangan demi kemajuan Kabupaten Simalungun yang kita cintai,” ungkapnya.
Penutupan rangkaian ziarah Raja Marpitu di Bengkalis ini menjadi simbol penting dalam memperkuat jati diri serta kebersamaan masyarakat Simalungun dalam menyambut usia ke-193 daerah tersebut.
Usai melaksanakan ziarah, Bupati Simalungun bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi penjara tempat pengasingan Raja Sang Naualuh Damanik pada masa kolonial Belanda.
Penjara tersebut dikenal dengan nama Jail Huis Van Behauring, yang menjadi saksi sejarah pengasingan sang raja pada masa penjajahan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi refleksi sejarah tentang perjuangan dan pengorbanan tokoh-tokoh masa lalu dalam mempertahankan martabat dan identitas masyarakat Simalungun.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap generasi masa kini dapat terus menjaga warisan sejarah, budaya, dan nilai perjuangan para leluhur sebagai fondasi dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih maju. (AN)












