Magelang, Jadikabar.com – Menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, umat Buddha dari Majelis Mahayana yang tergabung dalam WALUBI menggelar ritual San Pu Yi Pai di kawasan Marga Utama Candi Borobudur, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan sakral tersebut dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Puluhan umat Buddha tampak berjalan perlahan dengan pola tiga langkah kemudian satu kali sujud sambil melafalkan pujian kepada Guru Agung Sakyamuni Buddha. Prosesi dilakukan berulang kali selama kurang lebih 30 menit sebelum para peserta melanjutkan ritual pradaksina mengelilingi puncak Candi Borobudur.
Biksu Samantha Kusala Mahasthavira selaku pemimpin ritual menjelaskan bahwa San Pu Yi Pai merupakan bagian dari praktik spiritual untuk menyatukan pikiran, ucapan, dan perbuatan.
“Kamidari Majelis Mahayana yang tergabung di dalam Walubi ini dalam rangka menyambut Waisak Nasional 2570 BE/2026 mengadakan kegiatan San Pu Yi Pai.
Ada pun makna dari San Pu Yi Pai itu sendiri adalah kita berusaha untuk memfokuskan pikiran, ucapan, dan perbuatan,” kata Biksu Samantha Kusala Mahasthavira kepada wartawan di kawasan Marga Utama Candi Borobudur.
Ia menambahkan, ritual tiga langkah dan satu sujud tersebut menjadi bentuk meditasi bergerak yang bertujuan membersihkan batin dan pikiran dari berbagai kekotoran.
“Jadi ucapan, pikiran, dan perbuatan ini harus manunggal. Makanya, untuk hari ini kita mengadakan tiga langkah Namaskara satu kali sambil melafalkan pujian kepada Guru Agung Sakyamuni Buddha.
Jadi tujuannya adalah selain untuk membersihkan pikiran dan juga batin ini dari segala jenis kekotoran juga merupakan salah satu metode melaksanakan meditasi dalam bentuk bergerak seperti ini,” sambungnya.
Setelah prosesi San Pu Yi Pai selesai, para umat kemudian menuju puncak Candi Borobudur untuk melaksanakan pradaksina dengan mengelilingi candi sambil terus melafalkan doa dan pujian.
“Untuk prosesi kali ini, selain ada San Pu Yi Pai juga nanti di Candi Borobudur, di atas kita akan melaksanakan kegiatan juga namanya pradaksina mengelilingi candi mungkin sebanyak tiga kali atau lebih sambil melafalkan pujian juga kepada Guru Agung Sakyamuni Buddha,” ujarnya.
Biksu Samantha menyebut peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai daerah, mayoritas dari Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 50 orang.
“Dan untuk kali ini banyak juga umat yang hadir untuk mengikuti prosesi San Pu Yi Pai dan pradaksina. Ini rata-rata berasal dari Jakarta dan juga dari beberapa kota-kota besar yang lainnya. Kurang lebih ada sekitar 50-an umat yang beserta pada kegiatan hari,” katanya.
Menurutnya, ritual San Pu Yi Pai tidak hanya dilakukan menjelang Waisak, tetapi juga rutin dilaksanakan di sejumlah vihara sebagai bagian dari pembinaan umat melalui praktik meditasi langsung.
“Untuk kegiatan kali ini memang kita lakukan khusus di Candi Borobudur itu dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak. Namun, kegiatan ini sesungguhnya dilakukan tidak hanya satu tahun sekali menjelang Waisak, tetapi kita sering melakukannya di Vihara Jakarta, Vihara juga di Temanggung dan juga vihara yang berbesar sering melakukan kegiatan ini,” jelasnya.
“Kegiatan ini sangat positif karena apa bagaimana kita membentuk dan membina umat agar lebih praktik langsung meditasi dengan cara meditasi bergerak,” lanjut dia.
Ia juga menegaskan bahwa dalam ritual tersebut fokus utama bukan pada jumlah langkah atau sujud, melainkan konsentrasi pikiran selama menjalani prosesi.
“Jadi lebih penting kepada durasinya. Kita tidak hitung berapa langkahnya, tapi lebih fokus kepada pikiran saat kita berjalan. Fokus pada saat kita melakukan sujud, kemudian saat melafalkan pujian kepada Guru Agung Sakyamuni Buddha,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta asal Boyolali, Haryati, mengaku terharu karena baru pertama kali mengikuti ritual tersebut di Candi Borobudur.
“Luar biasa, kan belum pernah mengalami hal yang seperti ini. Jadi baru kali ini,” ungkap perempuan berusia 57 tahun itu.
Ia mengaku memanjatkan doa untuk kesehatan keluarga dan ketenteraman hidup seluruh makhluk.
“Tadi doa meminta kesembuhan, keluarga, anak cucu biar tenteram semuanya. Semua makhluk berbahagia,” tuturnya. (AT)












