BLITAR, JADIKABAR.COM – Lapangan Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Selasa 10 Februari 2026, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi, suasana kebersamaan begitu kuat ketika warga, aparat pemerintah, dan prajurit TNI berkumpul dalam satu barisan. Di lokasi inilah Program TNI Manunggal Membangun Desa TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai.
Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga meneguhkan kembali nilai gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat desa.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan sarat makna. Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM, selaku Inspektur Upacara, secara resmi membuka TMMD melalui pemukulan gong dan kentongan.
Simbol tersebut menandai dimulainya kerja kolaboratif antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dengan satu tujuan besar, yaitu membangun negeri dari desa.
Tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa, menjadi penegasan bahwa pembangunan hanya akan berhasil jika dilakukan bersama dan searah.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi, Kapolres Blitar AKBP Rivanda, Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdiansyah, serta perwakilan BNN dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar.
Kehadiran para pimpinan lintas sektor tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan Kabupaten Blitar.
Dalam amanatnya, Bupati Rijanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI dan elemen masyarakat yang terlibat aktif dalam TMMD.
Ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, melainkan momentum untuk merawat dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan.”ujar Bupati.
Melalui TMMD, potensi lokal desa diharapkan dapat dikelola secara optimal guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.” Tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat Desa Krisik untuk terlibat aktif tanpa harus menunggu instruksi.
Menurutnya, keberhasilan TMMD merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya milik TNI. Sinergi antara warga dan prajurit diyakini mampu memperkuat ketahanan nasional yang berawal dari desa sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Penjelasan teknis program disampaikan oleh Kasdim 0808 Blitar, Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag. Ia menyampaikan bahwa TMMD ke-127 merupakan program terpadu lintas sektoral yang difokuskan pada wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan.
Sasaran kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun penguatan karakter dan kapasitas sosial warga.
Sasaran fisik TMMD meliputi perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, serta penyediaan sumber air bersih. Sementara itu, sasaran nonfisik diwujudkan melalui berbagai kegiatan penyuluhan, seperti bela negara, wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, penanganan stunting, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat desa yang lebih mandiri, sehat, dan berdaya saing.
Upacara pembukaan TMMD ke-127 di Desa Krisik juga dihadiri oleh Komandan Korem 081/DSJ, Komandan Batalyon Infanteri 511/Dibyantara Yudha, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, direktur RSUD, para camat se-Kabupaten Blitar, Forkopimcam Gandusari, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, seluruh kepala desa se-Kecamatan Gandusari, serta peserta upacara dari Kodim 0808, Yonif 512/QY, Yonif 511, Divif 2 Kostrad, Lanal Malang, Lanud Iswahyudi, dan jajaran Polres Blitar.
Kebersamaan lintas elemen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa membangun desa adalah kerja kolektif. Ketika semua pihak melangkah seirama, pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakatnya.”tutupnya.(Red)












