MALANG, JADIKABAR – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berkomitmen menyukseskan arus mudik Lebaran 2026 dengan mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia, Aparat Siaga.” Komitmen ini ditegaskan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Mapolresta Malang Kota, Kamis (12/3/2026).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, Dandim, Danrem, serta jajaran tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema khusus untuk melayani masyarakat yang akan pulang kampung. Dishub menyediakan 9 unit kendaraan bus untuk program mudik gratis dengan total kapasitas 350 kursi.
“Awalnya kapasitasnya mencapai 400 kursi lebih, namun saya batasi untuk memberikan rasa nyaman kepada pemudik. Ini sesuai dengan tagline kita agar Mudik Aman, Keluarga Bahagia benar-benar terwujud,” ujar Widjaja saat ditemui usai apel.
Selain armada, Dishub juga mengerahkan 130 personel setiap harinya selama masa angkutan Lebaran, terhitung mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Para personel ini akan disiagakan di berbagai titik strategis untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Mengenai pos pengamanan, Widjaja menjelaskan bahwa Dishub bersinergi penuh dengan Polresta Malang Kota. Dishub mendukung penuh titik-titik pos yang telah ditetapkan oleh Polresta, dan juga Dishub secara khusus menyiapkan satu pos pendukung sebagai bentuk kerja sama lintas sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Widjaja juga menyinggung adanya potensi penurunan tingkat pergerakan mudik dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi tren tersebut yakni masyarakat cenderung membatasi biaya transportasi, Kedekatan momentum waktu Lebaran tahun ini yang dianggap cukup dekat dengan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya,
Selain itu cuaca juga jadi salah satu faktor yang berdampak dalam penurunan pergerakan mudik tahun ini, berdasarkan data BMKG, musim penghujan dengan curah hujan tinggi diprediksi masih berlangsung hingga akhir bulan Maret.
“Tiga hal ini menjadi perhatian kami dalam melakukan pemantauan dan pelayanan di lapangan,” pungkasnya.












