Wali Kota Nurochman Tegaskan Pelayanan Publik 100 Persen Aktif Usai Lebaran, ASN Dilarang WFA

Avatar photo
Wali Kota Nurochman Tegaskan Pelayanan Publik 100 Persen Aktif Usai Lebaran, ASN Dilarang WFA
Foto Istimewa Wali Kota Nurochman Tegaskan Pelayanan Publik 100 Persen Aktif Usai Lebaran, ASN Dilarang WFA

BATU, JADIKABAR.COM – Mengawali hari pertama kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa seluruh pelayanan publik di Kota Batu kembali berjalan normal tanpa pengecualian. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Balai Kota Among Tani, Rabu (25/3/2026).

Dalam arahannya, Nurochman menekankan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) wajib hadir secara langsung di kantor dan tidak diperkenankan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini diambil untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan pelayanan maksimal setelah masa libur panjang.

“Hari ini kita langsung bekerja normal. Tidak ada WFA, karena masyarakat sudah menunggu pelayanan terbaik dari kita,” tegasnya.

Kebijakan ini menjadi langkah tegas Pemerintah Kota Batu dalam menjaga kualitas layanan publik. Pasca libur panjang, biasanya terjadi penumpukan kebutuhan administrasi masyarakat, mulai dari pengurusan dokumen hingga pelayanan dasar lainnya.

Dengan kehadiran penuh ASN di kantor, diharapkan seluruh layanan dapat berjalan cepat, efektif, dan tanpa hambatan.

Selain itu, momentum Idul Fitri dimaknai sebagai titik awal peningkatan etos kerja dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

“Semangat Idul Fitri harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan,” tambahnya.

Menariknya, kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkot Batu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi. Wali Kota menginstruksikan agar pelaku UMKM dilibatkan dalam penyediaan konsumsi kegiatan tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha lokal di Kota Batu.

“Kami ingin keberkahan Lebaran juga dirasakan oleh pelaku UMKM. Ini bentuk gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Batu terus mendorong reformasi birokrasi, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Transformasi digital, peningkatan disiplin ASN, hingga penguatan ekonomi lokal menjadi fokus utama pembangunan daerah.

Kebijakan meniadakan WFA pada hari pertama kerja ini menjadi bagian dari upaya mempercepat ritme pelayanan sekaligus menunjukkan kesiapan pemerintah dalam melayani masyarakat secara optimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya:

  • Wakil Wali Kota Heli Suyanto
  • Ketua TP PKK Siti Faujiyah Nurochman
  • Ketua Perwosi Ridha Heli Suyanto
  • Pj. Sekretaris Daerah Eko Suhartono

Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga soliditas pemerintahan serta memperkuat sinergi antarinstansi.

Dengan dimulainya kembali aktivitas pemerintahan secara penuh, Pemkot Batu menargetkan peningkatan kualitas layanan publik yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.

Masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung dampak dari kebijakan ini melalui pelayanan yang lebih cepat dan profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi