Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Prosesi Rahasia yang Jadi Inti Waisak 2026

Avatar photo
Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Prosesi Rahasia yang Jadi Inti Waisak 2026
Foto tahun lalu Ribuan lentera perdamaian menghiasi langit malam Candi Borobudur dalam puncak perayaan Waisak Nasional 2026. (Foto Istimewa)

JADIKABAR.COM MAGELANG – Setiap tahun, ribuan pasang mata tertuju ke langit malam Candi Borobudur. Namun pada Waisak Nasional 2570 BE Tahun 2026, bukan hanya Festival Lampion atau Lentera Perdamaian yang menjadi magnet perhatian publik.

Ada serangkaian prosesi sakral yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan menjadi inti perayaan Hari Raya Waisak. Mulai dari ritual keagamaan, meditasi menyambut detik-detik Waisak, pradaksina mengelilingi Candi Borobudur, hingga pelepasan ribuan lentera yang menjadi simbol harapan dan perdamaian dunia.

Tahun ini, puncak Waisak jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, tepat pada pukul 15.44.44 WIB. Momen tersebut menjadi saat yang paling ditunggu umat Buddha karena diyakini sebagai waktu suci untuk melakukan refleksi, doa, dan meditasi.

Yang menarik, sebelum langit Borobudur dipenuhi cahaya lentera pada malam hari, ribuan umat terlebih dahulu akan mengikuti rangkaian ibadah yang berlangsung sejak pagi.

Candi Borobudur bukan sekadar destinasi wisata dan warisan budaya dunia. Sejak puluhan tahun lalu, candi peninggalan Dinasti Syailendra ini menjadi pusat perayaan Waisak terbesar di Indonesia.

Perayaan Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian pencerahan sempurna (Bodhi), dan wafatnya Sang Buddha (Parinibbana).

Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi momentum spiritual sekaligus simbol perdamaian yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara.

Perayaan Waisak Nasional 2026 tidak hanya berlangsung satu hari.

Panitia Waisak Nasional WALUBI telah memulai rangkaian kegiatan sejak beberapa hari sebelumnya melalui prosesi pengambilan unsur-unsur suci yang memiliki makna spiritual mendalam.w

Jumat, 29 Mei 2026

Pengambilan Api Dharma

  • Lokasi: Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
  • Api Dharma melambangkan penerangan dan kebijaksanaan dalam ajaran Buddha.

Sabtu, 30 Mei 2026

Pengambilan Air Berkah

  • Lokasi: Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
  • Air berkah menjadi simbol kesucian, ketenangan, dan kehidupan.

Selain itu, panitia juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti:

  • Pengobatan gratis.
  • Bakti kesehatan masyarakat.
  • Donor darah.
  • Kegiatan kemanusiaan lainnya di kawasan Taman Lumbini Borobudur.

Rundown Lengkap Waisak Nasional 2026

Prosesi dari Candi Mendut ke Borobudur

08.00 – 09.00 WIB

Para Bhikkhu Sangha melaksanakan makan pagi.

09.00 – 10.00 WIB

Persiapan prosesi Waisak.

10.00 – 11.00 WIB

Prosesi sakral dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Prosesi ini menjadi salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Waisak. Para Bhikkhu, umat Buddha, dan peserta berjalan bersama sambil membawa simbol-simbol keagamaan menuju Borobudur.

Upacara Utama di Kawasan Borobudur

11.30 – 12.00 WIB

Persembahan sarana puja di altar utama.

12.00 – 13.00 WIB

Penyalaan lilin dan dupa.

13.00 – 14.30 WIB

Doa bersama Bhikkhu Sangha dari tiga aliran utama Buddhis di Indonesia.

14.30 – 14.50 WIB

Renungan Waisak.

14.50 – 15.10 WIB

Penyampaian Pesan Waisak Nasional.

15.10 – 15.30 WIB

Meditasi bersama menyambut detik-detik Waisak.

15.30 – 15.44 WIB

Meditasi hening menuju puncak Waisak.

15.44.44 WIB

Detik-detik Waisak Nasional 2570 BE.

Momen ini menjadi titik paling sakral dalam seluruh rangkaian perayaan.

16.20 – 17.20 WIB

Pradaksina atau ritual mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual.

17.20 WIB

Umat bergerak menuju kawasan Taman Lumbini.

Jika siang hari menjadi momentum spiritual, maka malam hari menjadi simbol harapan dan perdamaian dunia.

Sebelum pelepasan lampion, akan digelar Dharmasanti Waisak Nasional 2026 yang dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia

Rundown Dharmasanti Waisak Nasional

19.30 – 19.40 WIB

Indonesia Raya dan Hymne WALUBI.

19.40 – 19.45 WIB

Tarian Sakyakirti Sriwijaya.

19.45 – 20.55 WIB

Laporan dan sambutan.

20.55 – 21.05 WIB

Doa oleh YM Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera.

21.05 – 21.15 WIB

Paduan suara “Malam Suci Waisak” dan “Berkah Waisaka Puja”.

21.15 – 21.45 WIB

Tarian Wanaraja.

21.45 – 22.00 WIB

Tarian Tilakhana.

22.00 WIB – Selesai

Festival Lampion atau Lentera Perdamaian Sesi 2.

Ribuan lentera akan diterbangkan ke langit malam Borobudur sebagai simbol doa, harapan, kedamaian, dan persaudaraan antarumat manusia.

Festival lampion setiap tahun selalu menjadi daya tarik utama Waisak di Borobudur. Ribuan cahaya yang perlahan terbang ke angkasa menciptakan pemandangan yang memukau sekaligus sarat makna spiritual.

Bagi umat Buddha, lentera melambangkan pelepasan kegelapan batin menuju kebijaksanaan. Sedangkan bagi masyarakat umum, momen tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian, toleransi, dan harapan selalu memiliki tempat di tengah kehidupan yang terus berubah.

Pada malam itu, Borobudur tidak hanya menjadi situs bersejarah. Ia berubah menjadi ruang doa raksasa yang menyatukan ribuan orang dari berbagai latar belakang dalam satu pesan sederhana yaitu menebarkan kedamaian untuk dunia. (Ryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi