Berita  

Wali Kota Batu Ingatkan MPLS Harus Bebas Bullying dan Penuh Toleransi

Avatar photo

BATU – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda melalui penanaman nilai toleransi, kebhinekaan, dan semangat persatuan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan FKUB Goes To School 2026 yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Batu, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batu itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto dan menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman.

Sebelum mengikuti kegiatan, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat turut menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama lebih dari 400 siswa, termasuk peserta didik baru SMP Negeri 1 Batu. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah siswa menjadi bentuk dukungan terhadap program peningkatan gizi sekaligus kedekatan pemerintah dengan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan negara, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari. Perbedaan adalah rahmat yang harus kita syukuri. Anak-anak hari ini adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dengan karakter saling menghormati, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga persatuan Indonesia,” ujar Nurochman.

Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan dengan damai di tengah masyarakat yang majemuk.

Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang sangat besar. Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata juga dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, pendidikan toleransi sejak usia sekolah dinilai menjadi investasi penting untuk menjaga kerukunan sosial di masa depan.

Melalui program FKUB Goes To School, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan, membangun dialog, serta menolak segala bentuk diskriminasi maupun intoleransi.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama yang selama ini terus didorong pemerintah bersama FKUB di berbagai daerah.

MPLS Harus Aman dan Bebas Bullying

Selain menekankan pentingnya toleransi, Wali Kota Batu juga mengingatkan agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

Ia menegaskan tidak boleh ada praktik perundungan (bullying) maupun kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus mampu menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang peserta didik sehingga mereka dapat belajar dengan rasa aman dan percaya diri.

Dihadiri Berbagai Unsur

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua FKUB Kota Batu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, jajaran perangkat daerah terkait, serta para kepala SMP dan SMA negeri se-Kota Batu.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi toleransi, menghormati keberagaman, serta mampu menjadi penjaga persatuan bangsa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi