SIDOARJO, JADIKABAR.COM – Kebangkitan ekonomi berbasis komunitas kembali terlihat di Kabupaten Sidoarjo. Kali ini datang dari para perempuan yang tergabung dalam Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), yang mulai menunjukkan eksistensinya melalui geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, kehadiran UMKM yang digerakkan perempuan Hindu ini menjadi warna tersendiri. Tidak hanya sekadar menjalankan usaha, mereka juga membawa semangat kemandirian, kreativitas, serta identitas budaya dalam setiap produk yang dihasilkan.
Berbagai olahan kuliner menjadi andalan. Mulai dari makanan tradisional hingga inovasi kekinian, produk-produk yang dihasilkan anggota WHDI mampu menarik perhatian masyarakat. Cita rasa yang khas dipadukan dengan kualitas yang terus dijaga menjadikan produk tersebut memiliki daya saing di pasar lokal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor UMKM masih menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peran perempuan dalam sektor ini pun semakin signifikan, tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.
Tidak hanya berhenti pada produk, suasana yang ditawarkan dalam setiap aktivitas usaha juga menjadi nilai tambah. Kedai-kedai lokal yang dikelola anggota WHDI menghadirkan nuansa hangat dan penuh kebersamaan. Interaksi sosial yang terbangun mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Ketua panitia pelaksana di Pura Penataran Agung Margo Wening, Wayan Eka Martana, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan UMKM yang digerakkan perempuan Hindu di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa gerakan ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas dan kemandirian umat.
“Ini bukan hanya soal usaha, tapi tentang semangat, identitas, dan kemandirian. Kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung penuh langkah UMKM WHDI,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menilai bahwa potensi UMKM WHDI masih sangat terbuka untuk berkembang. Dengan dukungan yang tepat, baik dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya, produk-produk tersebut dinilai mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dalam konteks pembangunan daerah, sinergi antara komunitas dan pemerintah menjadi faktor penting. Dukungan berupa pembinaan, promosi, serta akses pasar dinilai dapat mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Secara nasional, sektor ekonomi kreatif dan UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Di tingkat lokal, gerakan seperti yang dilakukan WHDI Sidoarjo menjadi contoh nyata bagaimana komunitas mampu berkontribusi dalam memperkuat ekonomi daerah.
Dengan semangat yang terus tumbuh, UMKM WHDI Sidoarjo tidak hanya menjadi ruang usaha, tetapi juga simbol kebangkitan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Ke depan, geliat ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di berbagai daerah.












