Berita  

Rayakan Semangat Kartini, Samsat Bangkalan Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya yang Hangat dan Humanis

Avatar photo

BANGKALAN, JADIKABAR.COM – Suasana berbeda terasa di Kantor Bersama (KB) Samsat Bangkalan pada peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Para petugas pelayanan tampil anggun mengenakan busana adat Jawa dan Madura, menciptakan nuansa budaya yang kental di tengah aktivitas pelayanan publik yang tetap berjalan optimal.

Momentum ini bukan sekadar menghadirkan tampilan visual yang menarik, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.

Sejak pagi hari, masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi kendaraan disambut dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Balutan kebaya, batik, hingga busana khas Madura yang dikenakan para petugas memberikan kesan hangat dan humanis, tanpa mengurangi profesionalitas dalam pelayanan.

Meski mengenakan pakaian tradisional, aktivitas pelayanan tetap berjalan lancar. Petugas tetap memberikan layanan secara cepat, ramah, dan sesuai standar operasional, menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan modernisasi layanan publik.

Perwakilan Pengelolaan Data Pelayanan Perdataan (PPDP) Samsat Bangkalan, Ari Iriyadi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Kartini seperti kesetaraan, dedikasi, dan pengabdian harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui peringatan ini, kami ingin memastikan semangat emansipasi dan pengabdian terus menjadi ruh dalam pelayanan kami. Kami ingin Samsat Bangkalan tidak hanya modern, tetapi juga humanis serta tetap menjunjung tinggi budaya,” ujar Ari Iriyadi.

Secara historis, Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesetaraan sosial. Semangat tersebut hingga kini masih relevan, termasuk dalam sektor pelayanan publik yang menuntut profesionalitas sekaligus empati.

Inisiatif yang dilakukan Samsat Bangkalan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah wajib pajak mengaku merasa lebih nyaman dan terkesan dengan suasana pelayanan yang berbeda.

Selain memberikan kemudahan dalam mengurus administrasi kendaraan, kehadiran nuansa budaya tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih berkesan. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal kecepatan dan ketepatan, tetapi juga bagaimana menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi contoh bahwa instansi pelayanan publik dapat berinovasi dengan cara sederhana namun berdampak, yakni menghadirkan sentuhan budaya dalam pelayanan sehari-hari.

Dengan semangat Kartini yang terus dihidupkan, Samsat Bangkalan diharapkan mampu menjadi institusi yang tidak hanya unggul dalam pelayanan administratif, tetapi juga mampu membangun hubungan yang lebih dekat, hangat, dan berkesan dengan masyarakat.

Penulis: EdiEditor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi