Berita  

Mbak Ning Dukung Kopi Embongan Jadi Ruang Ekspresi Musisi Disabilitas di Kota Batu

Avatar photo

Kota Batu, JADIKABAR.COM – Kehadiran Kopi Embongan di Jalan Raya Punten, Kecamatan Batu, Kota Batu, mendapat apresiasi luas dari komunitas penyandang disabilitas. Tempat ini dinilai tidak hanya sebagai lokasi kuliner, tetapi juga menjadi ruang inklusif bagi para musisi disabilitas untuk berkarya dan berekspresi.

Pembina Rumah Inklusi Kota Batu, Mardi Setianingsih, S.H. atau yang akrab disapa Mbak Ning, menyatakan dukungan penuhnya terhadap keberadaan tempat tersebut. Sebagai musisi penyandang disabilitas, ia melihat Kopi Embongan memiliki nilai lebih dibandingkan kafe pada umumnya.

“Tentunya saya mensupport penuh, karena tempat ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat, khususnya bagi musisi penyandang disabilitas seperti saya,” ujarnya kepada awak media.

Ruang Inklusif untuk Berkarya

Kopi Embongan menawarkan konsep berbeda dengan menyediakan fasilitas alat musik band lengkap yang dapat digunakan pengunjung. Selain itu, tempat ini juga menyajikan berbagai menu makanan dan minuman seperti kopi, soto, hingga gorengan dengan harga terjangkau.

Menurut Mbak Ning, keberadaan ruang seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mempererat hubungan antar komunitas disabilitas.

“Di sini kami bisa berkumpul, berdiskusi, bertukar pikiran, sekaligus bermusik bersama. Ini membuat hubungan antar musisi disabilitas tetap terjaga, kompak, dan solid,” paparnya.

Ia juga mengajak seluruh komunitas penyandang disabilitas di Kota Batu untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat berkarya.

“Kita harus tetap guyub dan rukun. Dengan kebersamaan, kita bisa terus berkarya dan berkembang,” tambahnya.

Dukungan Pengunjung dan Dampak Ekonomi

Sementara itu, salah satu pengunjung, Marlena, mengaku terhibur dengan konsep live music yang dihadirkan Kopi Embongan.

“Saya memang suka musik, jadi sengaja datang ke sini untuk bernyanyi sambil nongkrong dan ngopi. Bisa juga request lagu,” ujarnya.

Warga Sukorembug, Desa Sidomulyo itu berharap keberadaan Kopi Embongan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Menurutnya, konsep hiburan musik ini juga mampu menarik wisatawan dan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

“Tempat seperti ini bisa menghibur wisatawan yang datang ke Kota Batu, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian pengelola,” tandasnya.

Latar Belakang: Inklusi dan UMKM Kreatif

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Batu dikenal sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan ekonomi kreatif. Kehadiran ruang inklusif seperti Kopi Embongan menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk membuka akses yang setara bagi penyandang disabilitas.

Secara historis, komunitas disabilitas di Indonesia masih menghadapi keterbatasan ruang berekspresi, terutama di bidang seni dan musik. Namun, munculnya ruang-ruang kreatif berbasis UMKM seperti ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berdaya.

Dengan menggabungkan konsep kuliner, hiburan, dan inklusivitas, Kopi Embongan tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga simbol perubahan sosial di tengah masyarakat.

Pewarta: Eko Sabdianto

Penulis: DianEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi