Jakarta, Jadikabar.com – Aksi arogansi terjadi di salah satu swap station motor listrik di kawasan Karet Pedurenan, Jakarta Selatan, Minggu (31/05/2026) dini hari. Seorang driver ojek online (ojol) Grab bernama Fadil menjadi korban penganiayaan oleh sesama mitra driver Grab yang diduga menjadikan fasilitas penukaran baterai sebagai basecamp.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 04.00 WIB ketika Fadil hendak melakukan penukaran baterai karena daya kendaraan tersisa 20%. Saat tiba di lokasi, Fadil mendapati seorang pria yang melarangnya melakukan swap dengan alasan sistem sedang tidak bisa digunakan.
“Saya mau tukar baterai, tapi dilarang keras. Padahal, saya lihat di dalam fasilitas tersebut, teman pelaku sedang tidur. Fasilitas umum itu seolah dijadikan basecamp pribadi,” ujar Fadil saat menceritakan kronologi kejadian.
Fadil sempat mencoba bersikap kooperatif dengan memutuskan pergi mencari lokasi swap lain. Namun, pelaku justru menghadang Fadil di gerbang dan mengajak berkelahi. Meski korban menolak karena sedang membawa penumpang dan menjaga profesionalitas kerja, pelaku tetap bersikap arogan.

Saat Fadil berhenti untuk meminta klarifikasi mengapa ia dimaki, pelaku justru lari mengejarnya dan melakukan pemukulan secara membabi buta. Kejadian ini membuat penumpang yang dibawa Fadil ketakutan hingga lari menjauh dari lokasi. Fadil mengaku tidak membalas fisik sedikit pun demi keamanan penumpangnya.
Terkait insiden ini, Fadil mengonfirmasi bahwa dirinya telah menempuh jalur pelaporan resmi. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Call Center Grab maupun pihak penyedia layanan swap station,” jelas Fadil.
Pihak penyedia layanan swap station pun telah memberikan respons cepat dengan melakukan investigasi serta melacak data terkait oknum tersebut untuk penindakan lebih lanjut.
Kejadian ini memicu keresahan di kalangan mitra driver lainnya. Aksi pelaku yang menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi dan melakukan tindakan kekerasan terhadap rekan seprofesi diharapkan menjadi perhatian serius pihak aplikator agar segera memberikan sanksi tegas, termasuk suspend permanen terhadap pelaku. (RF)












