Warga BCA Pamengkang Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Pengembang Disorot karena Dinilai Belum Maksimal Tangani Infrastruktur

Avatar photo
Warga BCA Pamengkang Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Pengembang Disorot karena Dinilai Belum Maksimal Tangani Infrastruktur
Foto Istimewa Warga BCA Pamengkang Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Pengembang Disorot karena Dinilai Belum Maksimal Tangani Infrastruktur

CIREBON, JADIKABAR.COM – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat dalam membangun lingkungan. Warga Komplek BCA Pamengkang RT 05 RW 13, Kabupaten Cirebon, secara swadaya melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan lingkungan yang mengalami kerusakan cukup lama, yakni Jalan Indah 1, Jalan Indah 2, dan Jalan Indah 3.

Perbaikan dilakukan menggunakan dana hasil urunan warga tanpa mengandalkan bantuan pihak lain. Langkah tersebut lahir dari keprihatinan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung selama hampir satu bulan itu menjadi contoh nyata bagaimana kekompakan warga mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Setiap akhir pekan, warga bergotong royong menyumbangkan tenaga, waktu, hingga biaya demi memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas lingkungan. 

Ketua RT 05 RW 13, Harsono, menjelaskan bahwa inisiatif perbaikan jalan berawal dari keluhan dan aspirasi warga yang semakin sering disampaikan dalam berbagai pertemuan lingkungan.

Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika genangan air menutupi bagian jalan yang rusak.

“Alhamdulillah, sampai Minggu (31/5/2026), pekerjaan Jalan Indah 3 dengan panjang sekitar 100 meter telah selesai dikerjakan. Ini murni hasil kebersamaan dan kepedulian warga yang ingin lingkungannya menjadi lebih baik,” ujar Harsono kepada wartawan.

Harsono menambahkan bahwa keberhasilan perbaikan tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh warga yang secara sukarela memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Selain dukungan warga, kegiatan ini juga mendapat bantuan dari seorang dermawan yang memilih tidak disebutkan identitasnya. Donasi berupa dua truk pasir dinilai sangat membantu mempercepat proses pengerjaan jalan.

Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Warga berharap semangat gotong royong seperti ini dapat terus dipertahankan sebagai budaya yang mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Di balik keberhasilan perbaikan jalan tersebut, sejumlah warga menyampaikan harapan agar pihak pengembang perumahan turut memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur lingkungan.

Menurut Harsono, selama proses perbaikan berlangsung, warga belum menerima dukungan langsung dari pihak pengembang terkait kegiatan tersebut.

“Warga akhirnya memilih bergerak sendiri karena kebutuhan perbaikan jalan sudah sangat mendesak. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana lingkungan tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan warga yang disampaikan dalam konteks kebutuhan perbaikan infrastruktur lingkungan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengembang terkait harapan dan aspirasi yang disampaikan warga.

Sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, media membuka ruang hak jawab apabila terdapat penjelasan atau tanggapan dari pihak terkait.

Secara umum, persoalan infrastruktur lingkungan perumahan kerap menjadi tantangan di berbagai daerah. Dalam sejumlah kasus, terdapat masa transisi antara pengelolaan oleh pengembang dan pengelolaan oleh pemerintah daerah maupun warga setelah kawasan berkembang menjadi permukiman yang padat.

Pakar tata kota menilai bahwa komunikasi yang baik antara warga, pengembang, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan fasilitas umum, termasuk jalan lingkungan, drainase, penerangan, hingga ruang terbuka hijau.

Karena itu, kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi solusi terbaik agar kualitas lingkungan permukiman tetap terjaga.

Warga juga memberikan apresiasi kepada Ketua RW 13, Jual, yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan gotong royong tersebut.

Kehadiran dan keterlibatan pengurus lingkungan dinilai mampu menjaga semangat kebersamaan warga selama proses pengerjaan berlangsung.

Bagi masyarakat setempat, keberhasilan pembangunan jalan secara swadaya bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bukti bahwa solidaritas sosial masih menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Masyarakat berharap perbaikan jalan yang telah dilakukan dapat menjadi pemicu perhatian berbagai pihak terhadap kebutuhan infrastruktur di kawasan perumahan.

Warga juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara penghuni, pengembang, dan pemerintah agar berbagai kebutuhan fasilitas umum dapat ditangani secara berkelanjutan.

Dengan kondisi jalan yang kini lebih baik, aktivitas warga menjadi lebih nyaman, aman, dan lancar. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat BCA Pamengkang pun menjadi contoh bahwa perubahan positif dapat dimulai dari kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.

(M. Nasir/Jadikabar.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi