Berita  

Perangi Kekerasan dan Eksploitasi Anak, Pemkab Simalungun Kukuhkan Relawan Perlindungan Anak di Tapian Dolok

Avatar photo
Perangi Kekerasan dan Eksploitasi Anak, Pemkab Simalungun Kukuhkan Relawan Perlindungan Anak di Tapian Dolok
Foto Istimewa Perangi Kekerasan dan Eksploitasi Anak, Pemkab Simalungun Kukuhkan Relawan Perlindungan Anak di Tapian Dolok

SIMALUNGUN, JADIKABAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui berbagai program perlindungan dan pemenuhan hak anak. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak yang digelar di Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Simalungun itu dirangkaikan dengan Pengukuhan dan Deklarasi Relawan Perlindungan Anak. Mengusung tema “Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak, Perkawinan Anak di Bawah Umur, Eksploitasi Anak, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan kualitas pola asuh di tengah tantangan perkembangan teknologi dan era digital.

Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung masa depan mereka.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam memenuhi serta melindungi hak-hak anak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak,” ujar Juraini.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Simalungun, Sri Wahyuni, menyampaikan arahan dan pesan Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih. Dalam pesannya, Bupati menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Setiap anak berhak memperoleh perlindungan, pendidikan yang layak, serta kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Sri Wahyuni.

Selain pengukuhan relawan, peserta juga mendapatkan berbagai materi edukatif yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Psikolog Ruth Maya Tamba, M.Psi., memaparkan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, serta strategi membangun pola asuh yang sehat dan positif.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Simalungun, Aiptu Chairul Nizar, memberikan pemahaman mengenai aspek hukum perlindungan anak, penanganan kasus kekerasan terhadap anak, serta bahaya yang mengintai generasi muda seperti judi online, pinjaman online ilegal, hingga tindak pidana perdagangan orang.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Simalungun, Akbar Putera Siregar, mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan internet di kalangan anak dan remaja. Menurutnya, teknologi digital harus dimanfaatkan secara sehat, aman, dan produktif agar tidak menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh TP PKK Nagori Dolok Maraja, para remaja nagori, siswa-siswi MTs Al-Muslimun NU Bahsulung dan MTs Andalusia Dolok Maraja, serta berbagai unsur masyarakat lainnya yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.

Melalui sosialisasi dan deklarasi Relawan Perlindungan Anak tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, pernikahan usia dini, maupun dampak negatif perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi Simalungun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju terwujudnya Kabupaten Simalungun yang maju dan benar-benar layak anak. (AN)

Penulis : Aswan Nasution

Penulis: AswanEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi