MALANG, JADIKABAR – Secangkir kopi menjadi pembuka percakapan, tetapi isu yang dibahas jauh melampaui sekadar agenda silaturahmi. Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Andi Syafrani, menggelar pertemuan bertajuk “Ngopi Bareng” bersama jajaran pengurus LIRA di Kota Malang, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Cafe Lapidoth, Hotel Pelangi, Kota Malang, tersebut dikemas dalam suasana santai dan nonformal. Namun, di balik suasana akrab itu, forum menjadi ruang konsolidasi organisasi, pertukaran informasi, serta pembahasan sejumlah isu yang sedang mendapat perhatian masyarakat.
Mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga dinamika politik nasional turut menjadi bagian dari diskusi.
Bagi LIRA, komunikasi langsung antara pengurus pusat dan daerah dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan berbagai aspirasi dan informasi dari masyarakat dapat terserap secara lebih cepat.
Presiden LIRA Andi Syafrani mengatakan forum informal dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat hubungan antarpengurus serta membuka ruang dialog yang lebih cair.
“Pertemuan seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan keakraban. Dari forum seperti ini kita bisa mendengar langsung apa yang terjadi di daerah sekaligus membangun konsolidasi organisasi,” ujar Andi Syafrani.
Menurutnya, organisasi perlu tetap terbuka terhadap perkembangan yang terjadi di daerah. Informasi yang diperoleh dari tingkat akar rumput dapat menjadi bahan penting untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus menentukan langkah organisasi ke depan.
Dalam agenda tersebut, implementasi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu isu yang dibicarakan.
Program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat itu dinilai perlu mendapat perhatian dan pengawalan secara konstruktif agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat bagi kelompok sasaran.
Pembahasan juga menyentuh keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDMP yang berkaitan dengan upaya penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam pandangan para peserta, program pemerintah yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat memerlukan dukungan, pengawasan, serta penyampaian informasi yang objektif.
Pengawalan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kebijakan tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Selain membahas persoalan organisasi dan program pemerintah, pertemuan juga menyinggung perkembangan politik nasional.
Dinamika politik yang terus bergerak menjadi bahan pertukaran pandangan di antara pengurus. Dalam diskusi tersebut, pentingnya menjaga situasi tetap kondusif serta menghadirkan informasi yang objektif menjadi salah satu perhatian.
LIRA memandang organisasi masyarakat sipil memiliki peran dalam menyerap aspirasi dari masyarakat sekaligus menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga diharapkan dapat menyikapi berbagai perkembangan secara kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Agenda “Ngopi Bareng” turut dihadiri Gubernur LIRA Jawa Timur, M. Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik.
Hadir pula Bupati LIRA Malang, W. Tuhu Prasetyanto, Wakil Bupati LIRA Malang Andi Rachmanto, serta Dito Arief Nurakhmadi, anggota DPRD Kota Malang yang juga merupakan pengurus LIRA.
Sejumlah pengurus LIRA Kota Malang juga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran jajaran pengurus dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga kota memperkuat makna pertemuan sebagai momentum membangun koordinasi dan mempererat hubungan organisasi.
Meski berlangsung tanpa rangkaian protokoler formal, berbagai gagasan dan pandangan dapat disampaikan secara lebih terbuka.
Wakil Bupati LIRA Malang, Andi Rachmanto, menyambut baik kunjungan Presiden LIRA ke Kota Malang. Ia berharap agenda tersebut dapat memperkuat koordinasi organisasi sekaligus meningkatkan penyerapan aspirasi masyarakat dari tingkat akar rumput.
“Kami menyambut baik kunjungan Presiden LIRA, Andi Syafrani, ke Malang yang menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara jajaran LIRA di tingkat pusat dan daerah,” ujar Andi Rachmanto.
Menurutnya, konsolidasi menjadi langkah penting untuk memastikan organisasi tetap dekat dengan persoalan masyarakat serta mampu menjalankan fungsi pengawasan dan penyampaian informasi publik secara konstruktif.
“Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan LIRA tetap dekat dengan persoalan masyarakat dan mampu menjalankan fungsi pengawasan serta penyampaian informasi publik secara konstruktif. Terlebih, dalam pertemuan yang dikemas secara nonformal, berbagai ide dan gagasan konstruktif dapat muncul secara lebih terbuka,” tambahnya.
Pertemuan “Ngopi Bareng” di Kota Malang akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang secangkir kopi dan suasana penuh keakraban.
Di balik meja pertemuan, terdapat komitmen untuk memperkuat komunikasi, menjaga soliditas organisasi, menyerap aspirasi masyarakat, serta mengikuti berbagai perkembangan persoalan publik secara lebih dekat.
Bagi jajaran LIRA, konsolidasi bukan hanya soal mempertemukan pengurus, tetapi juga menjaga agar organisasi tetap responsif, terbuka terhadap masukan, dan mampu memberikan kontribusi konstruktif bagi masyarakat.
Pewarta: Eko Sabdianto












